Fenomena lereng pada ruas jalan Tawaeli-Toboli sering mengalami longsor dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Daerah pada ruas jalan ini memiliki curah hujan tinggi, topografi terjal dan jenis tanah lanau sehingga rentan terhadap longsor. Pada rekayasa geoteknik, nilai faktor keamanan (FS) mempengaruhi besarnya pergeseran dan pergerakan tanah. Semakin kecil nilai FS, semakin besar displacement yang terjadi, sedangkan semakin besar nilai FS, semakin kecil displacement yang terjadi. Metode penelitian meliputi berbagai pemodelan kesetimbangan batas dengan pendekatan analisis lereng menggunakan berbagai metode, yaitu Ordinary Method of Slices (OMS), Bishop's Simplified Method (BSM), dan Janbu's Simplified Method (JSM). Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan nilai FS dan displacment dari ketiga metode yang digunakan. Hasil studi sensitivitas dari perhitungan FS dan displacement dengan metode OMS, BSM, dan JSM dalam pengambilan keputusan untuk penilaian stabilitas lereng dengan hasil FS terendah yaitu 0,812 dan displacement 1 dengan metode JSM, menunjukkan hasil stabilitas lereng yang labil (rawan terjadi pergeseran).
Copyrights © 2025