Penelitian ini membahas pengaruh pemanfaatan limbah serbuk cangkang pala sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan mortar din ding. Pemanfaatan limbah pertanian, khususnya cangkang pala, diharapkan mampu menjadi alternatif material ramah lingkungan yang dapat meningkatkan nilai tambah pada mortar sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif, di mana benda uji berupa kubus mortar berukuran 5×5×5 cm dibuat dengan variasi campuran serbuk cangkang pala sebesar 0%, 3%, 5%, dan 7% dari berat agregat halus. Perawatan benda uji dilakukan selama 28 hari, kemudian diuji kuat tekannya menggunakan mesin uji tekan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk cangkang pala berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kuat tekan mortar, di mana mortar normal (0%) menghasilkan kuat tekan sebesar 9,33 MPa, variasi 3% meningkat menjadi 11,33 MPa, variasi 5% mencapai 13,33 MPa, dan variasi 7% menunjukkan nilai tertinggi yaitu 15,33 MPa. Seluruh variasi telah memenuhi standar kuat tekan minimum mortar kelas M5 (≥5 MPa) berdasarkan EN 998-1-2017. Dengan demikian, serbuk cangkang pala dapat dijadikan bahan alternatif substitusi agregat halus pada mortar dinding karena terbukti meningkatkan performa mekanik mortar secara signifikan serta berpotensi diaplikasikan pada material konstruksi berkelanjutan
Copyrights © 2025