Sungai Wai Malino di Kabupaten Enrekang merupakan sumber kerikil alami yang melimpah dan berpotensi dimanfaatkan dalam konstruksi beton. Namun, variasi kualitas kerikil, meliputi ukuran, bentuk, dan kebersihan, dapat memengaruhi kekuatan tekan beton, sehingga menjadi tantangan dalam menjamin mutu dan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik kerikil pecah dan kerikil alami, serta menganalisis kuat tekan beton yang dihasilkan dari kedua jenis agregat tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Bahan, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerikil pecah memiliki berat jenis lebih tinggi, kadar lumpur dan air lebih rendah, serta gradasi kasar, menghasilkan kuat tekan beton tertinggi sebesar 26,270 MPa. Kerikil alami memiliki bentuk lebih bulat dan gradasi halus yang mempermudah pengerjaan, namun kuat tekannya lebih rendah, yaitu 23,071 MPa. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kerikil pecah lebih efektif dalam meningkatkan kuat tekan beton.
Copyrights © 2025