p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Mustakim
Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA BATA RINGAN Andi Khuznul F.A.Z; A. Sulfanita; Mustakim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/19gbvy28

Abstract

Bata ringan tersusun dari tiga bahan penyusun utama yaitu semen, agregat dan air. Pengembangan teknologi bata ringan dalam uji coba penambahan campuran bahan terus dilakukan untuk mencapai kekuatan dan mutu yang diinginkan. Pada percobaan ini penambahan limbah gypsum digunakan sebagai campuran bata ringan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kuat tekan dan daya serap airnya dengan variasi substitusi 0%, 5%, 10%, 15% pada umu 28 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan limbah gypsum pada bata ringan meningkatkan kekuatan tekan dengan komposisi optimal 5%, tetapi pada kadar lebih tinggi (10% dan 15%) terjadi penurunan kekuatan akibat perubahan mikrostruktur. Semakin tinggi kadar gypsum, semakin rendah daya serap air bata ringan, dengan kadar 15% mencapai 17,2%, yang menunjukkan pengurangan porositas dan peningkatan ketahanan terhadap kelembaban. 
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KULIT CANGKANG KOPI PADA SIFAT MEKANIK BETON RAMAH LINGKUNGAN Magfira Aulia Rahman; Mustakim; Misbahuddin
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ff9w0621

Abstract

Beton adalah material komposit yang tercipta dari campuran pengikat (umumnya semen Portland), agregat (seperti pasir dan kerikil atau batu pecah), dan air. Ketika dicampur, semen dan air bereaksi melalui proses yang disebut hidrasi, membentuk pasta yang mengeras dan mengikat partikel agregat menjadi satu kesatuan padat seperti batuan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan beton normal dengan beton dengan tambahan limbah kulit cangkang kopi terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Teknik eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil dari penelitian yang didapatkan pada pengujian tekan dengan penambahan limbah abu kulit cangkang kopi pada umur 28 hari dengan beton normal dan penggantian semen dengan abu kulit cangkang kopi sebesar 7,5% menunjukkan kinerja optimal, di mana terjadi peningkatan pada kuat tekan maupun kuat tarik belah beton sebesar 22,84 Mpa dan 8,815 Mpa dari hasil pengujian beton normal yaitu 22,18 Mpa dan 8,000 Mpa. Namun, ketika persentase limbah ditingkatkan menjadi 10%, terlihat adanya penurunan pada kedua parameter kekuatan tersebut yaitu 21,61 Mpa dan 7,778 Mpa. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa kuat tekan dan kuat tarik belah yang dihasilkan pada 10% penggunaan limbah ini masih memenuhi spesifikasi kuat tekan beton yang direncanakan, menunjukkan bahwa campuran tersebut tetap layak secara struktural untuk aplikasi tertentu.
ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PECAH DAN KERIKIL ALAMI SUNGAI WAI MALINO PAROMBEAN KABUPATEN ENREKANG Herdiansyah; Andi Sulfanita; Mustakim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/z7ssfv11

Abstract

Sungai Wai Malino di Kabupaten Enrekang merupakan sumber kerikil alami yang melimpah dan berpotensi dimanfaatkan dalam konstruksi beton. Namun, variasi kualitas kerikil, meliputi ukuran, bentuk, dan kebersihan, dapat memengaruhi kekuatan tekan beton, sehingga menjadi tantangan dalam menjamin mutu dan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik kerikil pecah dan kerikil alami, serta menganalisis kuat tekan beton yang dihasilkan dari kedua jenis agregat tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Bahan, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerikil pecah memiliki berat jenis lebih tinggi, kadar lumpur dan air lebih rendah, serta gradasi kasar, menghasilkan kuat tekan beton tertinggi sebesar 26,270 MPa. Kerikil alami memiliki bentuk lebih bulat dan gradasi halus yang mempermudah pengerjaan, namun kuat tekannya lebih rendah, yaitu 23,071 MPa. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kerikil pecah lebih efektif dalam meningkatkan kuat tekan beton.