Sistem struktur Rangka Bresing Konsentris Khusus (RBKK) merupakan salah satu alternatif efektif dalam mendesain bangunan tahan gempa karena mampu meningkatkan kapasitas lateral dan kontrol drift. Namun, performanya sangat dipengaruhi oleh konfigurasi elemen pendukung, salah satunya adalah pelat simpul yang menjadi titik transisi antara bresing dan rangka utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku histeresis struktur RBKK dengan tiga variasi kekakuan pelat simpul terhadap pembebanan siklik, serta membandingkannya dengan struktur acuan tanpa bresing. Metode yang digunakan berupa simulasi numerik menggunakan analisis elemen hingga. Model struktur terdiri dari balok, kolom, dan bresing dengan sambungan baut Eight Bolted Stiffened (8ES) serta variasi pelat simpul yang menghasilkan karakteristik semi-rigid hingga rigid. Analisis dilakukan dengan pendekatan pembebanan siklik quasi-static. Parameter utama yang diamati meliputi respons kurva histeresis, backbone curve, dan fenomena struktural yang muncul selama proses pembebanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua specimen RBKK mampu menahan beban lateral secara signifikan dibandingkan struktur acuan (tanpa bresing). Spesimen dengan pelat simpul paling kaku memiliki kapasitas base shear tertinggi namun menunjukkan degradasi kekuatan lebih cepat. Sebaliknya, spesimen semi kaku menunjukkan kurva histeresis yang relatif stabil.
Copyrights © 2025