Mandailing Natal, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, merupakan wilayah dengan potensi kegempaan tinggi karena berdekatan dengan zona subduksi aktif di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera. Kondisi geologi tersebut menuntut analisis menyeluruh terhadap karakteristik dinamik tanah, khususnya jenis tanah lempung yang umum dijumpai di area ini. Salah satu parameter penting dalam evaluasi perilaku dinamis tanah adalah modulus geser maksimum (Gₘₐₓ), yang mencerminkan tingkat kekakuan tanaha pada regangan kecil dan menjadi komponen penting dalam desain struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan nilai Gₘₐₓ secara tidak langsung menggunakan data Standard Penetration Test (SPT), sebagai alternatif ekonomis dari metode laboratorium yang memerlukan biaya dan alat khusus. Lokasi pengujian berada di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, dengan kedalaman pengeboran hingga 14 meter. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan korelasi empiris antara nilai NSPT, tegangan efektif, tegangan oktaheral, dan angka pori (e). Hasil menunjukkan tren peningkatan nilai Gₘₐₓ seiring bertambahnya kedalaman, dengan nilai maksimum sebesar 55.410,38 kPa pada lapisan 6–8 meter. Namun, penurunan nilai Gₘₐₓ pada kedalaman 8–10 meter menunjukkan kemungkinan keberadaan lapisan tanah yang lebih lunak atau jenuh. Dengan demikian, pendekatan berbasis data SPT dapat digunakan secara efektif dalam estimasi Gₘₐₓ tanah lempung jenuh. Temuan ini berguna sebagai dasar perencanaan geoteknik untuk struktur tahan gempa di kawasan rawan seperti Mandailing Natal.
Copyrights © 2025