p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Tika Ermita Wulandari
Program Studi Teknik Sipil Universitas Medan Area

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI POTENSI LIKUIFAKSI DENGAN PENDEKATAN ​CYCLIC RESISTANCE RATIO DAN CYCLIC STRESS RATIO DI SEMPADAN DANAU TOBA Boysa Banjarnahor; Tika Ermita Wulandari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/yg7abb84

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kondisi ini menimbulkan potensi bencana gempa bumi yang dapat memicu fenomena likuifaksi, yaitu hilangnya kekuatan geser tanah jenuh akibat peningkatan tekanan air pori. Kawasan sempadan Danau Toba di Sumatera Utara, yang terbentuk dari aktivitas tekto-vulkanik supervolcano, termasuk wilayah rawan likuifaksi karena berada di zona seismik aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi di sekitar Danau Toba dengan menggunakan data Standard Penetration Test (SPT) pada beberapa kedalaman tanah, serta variasi skenario gempa 6, 7, dan 7,5 skala Richter. Analisis dilakukan dengan menghitung parameter-parameter penting seperti tegangan vertikal total (σv), tekanan air pori (μ), tegangan efektif (σ’v), Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Ratio (CRR), serta faktor keamanan (FS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan tanah pada kedalaman 6,45 m memiliki FS < 1 untuk semua skenario gempa, sehingga berpotensi mengalami likuifaksi. Lapisan pada kedalaman 8,45 m mendekati kondisi kritis pada gempa 7,5 SR dengan FS ≈ 1,02. Sebaliknya, lapisan tanah dangkal (2,45–4,45 m) dan lapisan dalam (≥12,45 m) relatif aman dengan FS > 1,5. Rekomendasi perbaikan meliputi metode preloading, PVD, vibro-compaction, atau grouting pada lapisan rentan, serta penggunaan pondasi dalam untuk meningkatkan stabilitas struktur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan teknis pembangunan di kawasan sempadan Danau Toba.
ANALISIS NILAI MODULUS GESER MAKSIMUM TANAH LEMPUNG BERDASARKAN DATA STANDARD PENETRATION TEST (SPT) DI MANDAILING NATAL Dandi Alehanro Sagala; Tika Ermita Wulandari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/0fsxwk40

Abstract

Mandailing Natal, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, merupakan wilayah dengan potensi kegempaan tinggi karena berdekatan dengan zona subduksi aktif di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera. Kondisi geologi tersebut menuntut analisis menyeluruh terhadap karakteristik dinamik tanah, khususnya jenis tanah lempung yang umum dijumpai di area ini. Salah satu parameter penting dalam evaluasi perilaku dinamis tanah adalah modulus geser maksimum (Gₘₐₓ), yang mencerminkan tingkat kekakuan tanaha pada regangan kecil dan menjadi komponen penting dalam desain struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan nilai Gₘₐₓ secara tidak langsung menggunakan data Standard Penetration Test (SPT), sebagai alternatif ekonomis dari metode laboratorium yang memerlukan biaya dan alat khusus. Lokasi pengujian berada di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, dengan kedalaman pengeboran hingga 14 meter. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan korelasi empiris antara nilai NSPT, tegangan efektif, tegangan oktaheral, dan angka pori (e). Hasil menunjukkan tren peningkatan nilai Gₘₐₓ seiring bertambahnya kedalaman, dengan nilai maksimum sebesar 55.410,38 kPa pada lapisan 6–8 meter. Namun, penurunan nilai Gₘₐₓ pada kedalaman 8–10 meter menunjukkan kemungkinan keberadaan lapisan tanah yang lebih lunak atau jenuh. Dengan demikian, pendekatan berbasis data SPT dapat digunakan secara efektif dalam estimasi Gₘₐₓ tanah lempung jenuh. Temuan ini berguna sebagai dasar perencanaan geoteknik untuk struktur tahan gempa di kawasan rawan seperti Mandailing Natal.
ANALISIS LIKUIFAKSI BERDASARKAN DATA SPT DAN PARAMETER FISIK TANAH DI KAWASAN SIBANGGOR TOGA MANDAILING NATAL Marco Samuel Pangihutan Panggabean; Tika Ermita Wulandari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/mw4f1w36

Abstract

Sibanggor Toga in Mandailing Natal is one of the regions characterized by soil properties and geological conditions that are susceptible to liquefaction. Its location within an active seismic zone further highlights the urgency of studies related to this hazard. However, comprehensive investigations utilizing field data, such as Standard Penetration Test (SPT) results, remain very limited for this area. This study focuses on evaluating the liquefaction potential in Sibanggor Toga based on the available SPT data. A quantitative descriptive method was employed, combining liquefaction potential analysis using field data from SPT results and soil physical parameters. The data used in this study consist of SPT field test results (N-SPT values), soil layer depths, fines content (FC), seismicity maps, peak ground acceleration (αmax) obtained from the 2021 Indonesian Design Response Spectrum Application, and relevant literature on soil parameters. The analysis results indicate that the calculated safety factor (FS) values for various soil depths (z) under earthquake magnitudes of 5–7.5 SR are all greater than 1, suggesting that liquefaction is unlikely to occur in the analyzed soil layers. Nevertheless, it is observed that the FS values tend to decrease as earthquake magnitude increases, indicating that dynamic loads have a more significant impact on soil stability. Despite this, structural planning in the area should still consider the soil layers at depths of 4–10 m, as these layers exhibit relatively lower FS values.
MEMPERKUAT TANAH LUNAK MEMAKAI ABU SEKAM PADI MELALUI UJI CALIFORNIA BEARING RATIO Alitopan Sibarani; Tika Ermita Wulandari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/gsaktm82

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah dengan karakteristik daya dukung rendah, plastisitas tinggi, dan kompresibilitas besar, yang sering menjadi kendala dalam pekerjaan konstruksi, khususnya pada pembangunan jalan dan bangunan di atasnya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya stabilisasi tanah guna meningkatkan karakteristik teknisnya. Salah satu bahan alternatif yang berpotensi digunakan adalah abu sekam padi (ASP), limbah pertanian yang melimpah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap peningkatan daya dukung tanah lunak dengan metode pengujian California Bearing Ratio (CBR). Sampel tanah diambil dari lokasi dengan karakteristik tanah lunak, kemudian dicampur dengan variasi kadar abu sekam padi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat kering tanah. Setiap campuran kemudian diuji menggunakan uji CBR laboratorium dalam kondisi tanpa rendaman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi mampu meningkatkan nilai CBR tanah secara signifikan hingga kadar tertentu, di mana peningkatan tertinggi diperoleh pada kadar ASP 15%. Setelah melewati kadar optimum, peningkatan nilai CBR mulai menurun. Hal ini menunjukkan bahwa abu sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi yang efektif untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak, sekaligus memberikan solusi terhadap pemanfaatan limbah pertanian. Dengan demikian, penggunaan abu sekam padi sebagai bahan aditif dalam teknik stabilisasi tanah dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan dan ekonomis.