Tanah lunak memiliki sifat geoteknik yang kurang mendukung, seperti daya dukung yang rendah, tingkat kompresibilitas tinggi, dan proses konsolidasi yang berlangsung lambat. Kondisi ini sering menjadi kendala dalam perencanaan serta pembangunan infrastruktur. Salah satu teknik yang sering diterapkan untuk memperbaiki karakteristik tanah tersebut adalah metode preloading, yaitu pemberian beban awal guna mempercepat proses konsolidasi sebelum konstruksi utama dimulai. Penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana metode preloading mampu meningkatkan respons tanah lunak, terutama terkait besarnya penurunan serta stabilitas timbunan. Pendekatan penelitian menggunakan analisis numerik berbasis metode elemen hingga. Parameter utama yang dianalisis meliputi nilai cu sebesar 0-50 kPa yang dikaitkan dengan rentang N-SPT 1-8 pada konsistensi tanah lempung sangat lunak sampai sedang (very soft clay-medium clay), serta variasi γtimbunan 16-20 kN/m³ yang digunakan sebagai dasar perhitungan tinggi kritis timbunan (Hkritis) pada tiga lapisan timbunan. Nilai Hkritis ini menjadi acuan dalam menentukan tinggi timbunan yang aman sebelum dilakukan pemodelan numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan preloading menghasilkan nilai penurunan yang sesuai dengan karakteristik tanah lunak. Selain itu, terdapat hubungan yang kuat antara N-SPT dan Hkritis, di mana semakin tinggi N-SPT, semakin tinggi timbunan yang dapat ditahan sebelum mencapai kondisi kritis.
Copyrights © 2026