p-Index From 2021 - 2026
1.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Abdul Rochim
Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DI JEPARA DENGAN METODE SIMPLIFIED PROCEDURE Dona Lutfunnisa Atdeti Proklamasi; Fimelia Rizqi Sabilla; Lisa Fitriyana; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/f3hkdb88

Abstract

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Likuifaksi Indonesia, bagian pesisir Kabupaten Jepara berpotensi mengalami likuifaksi secara merata, seperti di TPI Ujung Batu. Likuifaksi umumnya terjadi pada tanah berpasir atau lempung jenuh air. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi likuifaksi pada daerah tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Simplified Procedure dengan menganalisis Peak Ground Acceleration (PGA), Cyclic Stress Ratio (CSR), dan Cyclic Resistance Ratio (CRR) untuk mengetahui nilai Safety Factor (SF) yang digunakan untuk mengetahui potensi likuifaksi. Analisis Liquefaction Potentian Index (LPI) dilakukan untuk mengetahui tingkatan potensi terjadinya likuifaksi. Analisis dilakukan dengan 3 jenis varian muka air tanah (MAT) untuk mengetahui potensi likuifaksi di TPI Ujung Batu, Kabupaten Jepara.  Dari analisis potensi likuifaksi berdasarkan Metode Simplified Procedure, baik pada MAT 0,5 m, MAT 1 m, dan MAT 2 m, likuifaksi berpotensi tinggi kedalaman 5 m ke atas dan berpotensi rendah pada kedalaman 5 – 15 m. 
ANALISIS PENURUNAN TANAH DENGAN METODE PRELOADING KOMBINASI PVD & PHD PADA PROYEK TOLL ROAD DEVELOPMENT OF SEMARANG-DEMAK 1C M Chabib Ardis Salam; Mokhammad Setiawan; Lisa Fitriyana; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/pas2ye94

Abstract

Konstruksi adalah kegiatan membangun sarana dan prasarana teknik sipil, seperti jalan, jembatan, bendungan, dan gedung, yang semuanya bergantung pada kondisi tanah sebagai dasar. Tanah dengan daya dukung rendah, terutama tanah dengan kompresibilitas tinggi, dapat menjadi masalah besar saat mengerjakan konstruksi. Seperti pada Pembangunan Tanggul Proyek Toll Road Development Of Semarang- Demak 1C, yang dibangun di atas tanah lunak di Kota Semarang. Tanah lunak ini memengaruhi kestabilan dan kemajuan konstruksi karena waktu konsolidasi yang lama dan daya dukung yang rendah. Perbaikan tanah adalah upaya untuk membuat tanah lebih baik untuk memenuhi syarat teknis. Pada penelitian ini akan dilakukan anilisis untuk mengetahui tingkat penurunan lapisan tanah lunak pada Pembangunan Tanggul Proyek Toll Road Development Of Semarang-Demak 1C yang telah dilakukan perbaikan tanah lunak menggunakan metode penimbunan (Preloading), geotekstil dikombinasikan dengan PVD dan PHD menggunakan program aplikasi software. Berdasarkan hasil analisa menggunakan Program Aplikasi derajat konsolidasi 90% pada metode geotekstil dan timbunan mengalami penurunan 1,196 dalam waktu 330 hari, sedangkan metode geotekstil, timbunan kombinasi PVD dan PHD mengalami penurunan 1,218 dalam waktu 185 hari. Dari hasil analisa 1,3 dan 10 tahun penurunan terjadi lebih besar dengan metode geotekstil, timbunan kombinasi PVD dan PHD dibanding metode geotekstil dan timbunan.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DI KABUPATEN JEPARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CSR DAN CRR Rafli Wiradisastra; Syarif Hidayatullah; Lisa Fitriyana; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/4d8cnm83

Abstract

Likuifaksi umumnya terjadi pada tanah berpasir atau lempung jenuh air. Wilayah TPI Ujung Batu Kabupaten Jepara termasuk yang memiliki jenis tanah tersebut dan berdasarkan peta zona kerentanan likuifaksi Indonesia, bagian pesisir wilayah Jepara terindikasi berpotensi terhadap likuifaksi secara merata. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi likuifaksi di lokasi tersebut.  Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu perhitungan manual dengan membandingkan antara nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) dengan nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR) untuk mengetahui nilai Safety Factor (SF). Nilai SF tersebut digunakan untuk mengetahui tingkatan potensi dan tingkatan risiko likuifaksi dengan analisis Liquefaction Potential Index (LPI) dan Liquefaction Risk Index (LRI). Berdasarkan metode CSR dan CRR didapatkan hasil bahwa MAT kedalaman 0,5 m, 1 m, 2 m menunjukkan adanya potensi likuifaksi. Baik MAT 0,5 m, 1 m maupun 2 m pada kedalaman 0 - 2,5 m, lapisan tanah tersebut mempunyai potensi likuifaksi yang tinggi. Pada kedalaman 2,5 m - 5 m berpotensi likuifaksi sedang. Sedangkan kedalaman 5 m - 30 m dengan MAT 0,5 m, 1 m dan 2 m tergolong tanah yang berpotensi likuifaksi rendah.
PENINGKATAN NILAI CBR MENGGUNAKAN FLY ASH PADA TANAH LEMPUNG DI DESA TRANGKIL KABUPATEN SEMARANG Samsul Ma'arif; Faris Ustanto; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/g8t80z65

Abstract

Tanah merupakan komponen yang sangat berperan dalam perancangan dan pembangunan struktur, baik untuk konstruksi bangunan maupun jalan. Di Desa Trangkil, Kecamatan Gunung Pati, sering terjadi pergeseran tanah yang berdampak pada kerusakan jalan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu terbang (fly ash) pada karakteristik tanah. Pengujian penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Unissula dengan metode pengujian yang mencampurkan tanah dengan fly ash dalam berbagai persentase, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Jenis pengujian yang dilaksanakan mencakup pengujian berat jenis, kadar air, analisis saringan, Atterberg limit, Proctor standart, serta California Bearing Ratio (CBR). pada hasil pengujian laboratorium, penambahan fly ash berpengaruh positif terhadap daya dukung tanah. Semakin tinggi persentase fly ash yang ditambahkan, semakin baik sifat mekanis tanah, yang ditunjukkan dengan peningkatan daya dukung tanah.
EFEKTIVITAS METODE PERKUATAN TANAH LUNAK PADA TIMBUNAN DENGAN KOMBINASI CERUCUK MATRAS BAMBU DAN GEOTEKSTIL Miftahul Umi Qomariyah; Rizki Fatonah; Lisa Fitriyana; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/6xchq245

Abstract

Pembangunan Tol Semarang Demak menghadapi permasalahan karena berada diatas tanah lunak yang berpotensi mengalami penurunan yang besar. Penurunan yang tidak terkendali pada tanah dapat menyebabkan kerusakan pada struktur sehingga dibutuhkan metode perkuatan yang efektif. Perkuatan yang digunakan yaitu cerucuk bambu, matras bambu, dan geotekstil. Tujuan penelitian ini memodelkan dan mengetahui penurunan tanah lunak menggunakan softwere geoteknik serta mengetahui efektivitas daya dukung tanah menggunakan kombinasi cerucuk bambu, matras bambu dan geotekstil Dalam analisis penelitian ini akan menggunakan metode numerik elemen hingga dengan pemodelan softwere geoteknik untuk mengetahui kapasitas daya dukung tanah. Pada proyek pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 1 menggunakan kombinasi cerucuk matras bambu dan geotekstil sebagai perkuatan. Berdasarkan hasil analisa tanpa perkuatan mengalami kegagalan pada timbunan +5m, variasi matras bambu 5 lapis dengan jarak cerucuk 1m mendapatan hasil penurunnan 1 tahun 0,9229 m, 3 tahun 0,9885 m dan 10 tahun 0,9921, variasi matras bambu 3 lapis dengan jarak cerucuk 1m dengan hasil penurnnan 1 tahun 0,9246, 3 tahun 0,9892 m dan 10 tahun 0,9927 m, sedangakan untuk variasi matras bambu 5 lapis dengan jarak cerucuk 1,5 m dan variasi matras bambu 3 lapis dengan jarak cerucuk 1,5 m mengalami kegagalan pada timbunan +5,8 m. Sehingga hasil analisis variasi yang efektif yaitu variasi matras bambu 5 lapis dengan jarak cerucuk 1m dikarenakan memiliki penuran tanah yang paling sedikit pada konsolidasi 1 tahun, 3 tahun, 10 tahun dan nilai safety factor yang benar.
PENAMBAHAN FLY ASH DAN SLAG BAJA UNTUK MENINGKATKAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO ( CBR ) TANAH LEMPUNG LUNAK DESA LOIRENG Bustanul Arifin; Dwi Angga Saputra; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/gf59y027

Abstract

Tanah Lempung Lunak, yang memiliki daya dukung rendah dan cenderung plastis, mudah mengalami perubahan bentuk ketika terkena beban, terutama di lingkungan yang lembab. Sebagai material dasar yang penting sebagai dasar di mana suatu konstruksi akan dibangun, tanah yang memiliki daya dukung rendah memiliki resiko yang besar terhadap keruntuhan disebabkan kurangnya kemampuan untuk menopang beban konstruksi di atasnya. Munculnya inovasi pencampuran dalam tanah lunak untuk meningkatkan  kekuatan yang lebih besar dari tanak lunak umumnya. Dalam penelitian ini akan menganalisis penambahan Fly Ash dan Slag Baja yang berfungsi meningkatkan Nilai California Bearing Ratio (CBR) pada tanah lempung lunak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan sampel tanah lempung dari di Jl. PLN No.18, Daleman, Loireng, Kec. Sayung. Variasi campuran untuk Fly Ash yaitu 10%, 15%, 20%, 25%, dan Slag Baja konstan sebesar 25%. Uji yang dilaukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah penambahan Fly Ash dan Slag Baja, sampel akan diuji di Laboratorium untuk Indeks sifat dan Indeks mekanik. Pada  penelitian ini menunjukan nilai CBR pada tanah asli sebesar 4,60%. Hasil  nilai CBR dengan penambahan campuran Fly Ash dan Slag Baja meningkat menjadi 15,90% (kenaikan 245,65% ) yang termasuk dalam kategori tanah sedang (7% - 20%). Oleh sebab  itu penambahan Fly Ash dan Slag Baja dapat meningkatkan daya dukung tanah lempung lunak.
ANALISA PERUBAHAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG LUNAK DENGAN CAMPURAN MORTAR BUSA DI DESA SEKARAN KABUPATEN SEMARANG Aqim Setia Aji; Andrianto Fatih Amin; Abdul Rochim; Lisa Fitriyana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/afjvyq36

Abstract

Tanah merupakan komponen yang sangat berperan dalam perancangan dan pembangunan struktur, baik untuk konstruksi bangunan maupun jalan. Di Desa Kerasan, Kecamatan Gunung Pati, sering terjadi pergeseran tanah yang berdampak pada kerusakan jalan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan mortar busa pada karakteristik tanah. Pengujian penelitian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Unissula dengan metode pengujian yang mencampurkan tanah dengan mortar busa dalam berbagai persentase, yaitu 0%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Jenis pengujian yang dilaksanakan mencakup pengujian berat jenis, kadar air, analisis saringan, Atterberg limit, Proctor standart, serta California Bearing Ratio (CBR). Pada hasil pengujian laboratorium, penambahan mortar busa dapat berpengaruh positif terhadap daya dukung tanah. Semakin tinggi persentase Mortar Busa yang ditambahkan, semakin baik sifat mekanis tanah, yang ditunjukkan dengan peningkatan daya dukung tanah.
ANALISIS ASHPALT CONCRETE WEARING COURSE (AC- WC) DENGAN SUBTITUSI ABU AMPAS TEBU (SUGARCANE BAGASSE ASH) DAN PASIR PANTAI (SAND BEACH) PADA PERKERASAN JALAN M. Reiza Audi Andrea; Naufal Gastiadi Rizal; Juny Andry Sulistyo; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/9st4mr18

Abstract

Jalan merupakan salah satu sarana penting yang mendukung mobilisasi dan menghubungkan antar wilayah. Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) berfungsi memberikan permukaan jalan halus, menahan beban lalu lintas, dan melindungi lapisan bawah. Untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan infrastruktur, digunakan pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif material berupa abu ampas tebu dengan variasi 0%, 1%, 2%, 3% dan pasir pantai Marina Semarang dengan variasi 0%, 2%, 4%, 6% yang diharapkan memberikan solusi inovatif yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menentukan Job Mix Design dengan 63 sampel uji aspal, mengukur berat sampel dalam kondisi kering, perendaman 24 jam dan Saturated Surface-Dry (SSD). Karakteristik dan kelayakan bahan tambah diuji menggunakan Marshall Test setelah perendaman waterbath 60°C untuk mengukur stabilitas, flow, VMA, VIM, VFA, dan MQ sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2).Berdasarkan Job Mix Design, komposisi terbaik diperoleh pada sampel ASP2BU2 dengan 2% abu ampas tebu, 4% pasir pantai didapatkan hasil uji Marshall yaitu, VIM 3,53%; VMA 20,42%; VFB 148,65%; Stabilitas 1040,60 kg; Flow 2,50 mm; MQ 416,24 kg/mm. Komposisi 3% abu ampas tebu dan 6% pasir pantai menghasilkan stabilitas tertinggi 3386,87 kg, karena melebihi kriteria minimum 800 kg. Hasil ini menunjukkan kombinasi material tersebut layak digunakan sebagai bahan tambah AC-WC
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) DAN ARANG KAYU UNTUK PERKERASAN JALAN Amin Zuhad; Yuli Setiawan; Juny Andry Sulistyo; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/9h9he890

Abstract

Perkerasan jalan umumya menggunakan lapisan AC-WC sebagai lapisan aus atau lapisan permukaan pada kontruksi jalan. Sering berjalannya waktu meningkatnya volume lalu lintas dan kondisi lingkungan yang semakin buruk,limbah Abu sekam padi dan Abu arang kayu di jadikan bahan tambah pada campuran AC-WC . Penambahan bahan campuran di harapkan dapat meningkatkan performa dan memenuhi kriteria marshall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginovasi material subtitusi dan bahan tambah kedalam campuran aspal , dengan harapan dapat memenuhi spesifikasi parameter - parameter marshall. Penelitian ini mengguankan metode eksperimen dengan percobaan marshall Test yang akan menghasilk an nilai VMA (Void in The Aggregat), VIM (Void in The Mix), VFB (Void Filled Bitumen),  Flow dan MQ (Marshall Quotient). Pada penelitian ini kadar Abu Sekam Padi yang di gunakan Adalah 0%,2%,4%,6%. Kadar Abu Arang Kayu yang digunakan adalah 0%,1%,2%,3%. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka Job Mix Design karakteristik terbaik dari Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan bahan tambah Abu sekam padi (rice husk ash) 0% dan Abu arang kayu 1% dimana hasil dari pengujian tersebut memenuhi sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018 yang dapat dilihat pada halaman 100 Tabel 4.22. Hasil Marshall Benda Uji dengan nilai (VMA 20.46), (VIM 4.75), (VFB 76.82), (Stabilitas 1292,57), (Flow 3,46), (Marshall Quontient 373.58) dan disimpulkan bahwa dapat digunakan sebagai perkerasan jalan , Stabilitas marshall tertinggi diperoleh pada variasi ASP1BU4 (Abu Sekam Padi 6% dan Abu Arang Kayu 1%) dengan nilai stabilitas sebesar 1639,44 kg.
ANALISIS PERKUATAN TANAH MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL PADA PROYEK GITET AMPEL NEW / BOYOLALI 500/150 kV Andi Harsoyo; Niam Faqri; Abdul Rochim; Lisa Fitriyana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/x93jw197

Abstract

Penggunaan geotekstil pada proyek GITET Ampel New/Boyolali berfungsi sebagai perkuatan tanah dasar untuk meningkatkan stabilitas timbunan dan mengurangi penurunan. Penelitian ini menganalisis pengaruh geotekstil terhadap nilai Safety Factor, total deformasi, dan tegangan efektif melalui pemodelan numerik memakai perangkat lunak Elemen tak hingga pada tujuh tahap konstruksi, mulai dari timbunan hingga konsolidasi 10 tahun. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode numerik dengan menggunakan Software Finite Element. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penyelidikan tanah dari proyek GITET Ampel New/Boyolali. Dalam analisis ini variasi yang digunakan yaitu variasi kondisi timbunan tanpa perkuatan dan kondisi timbunan dengan perkuatan geotekstil. Hasil analisis menunjukkan bahwa geotekstil meningkatkan stabilitas tanah, dengan nilai Safety Factor tertinggi sebesar 2,060 pada tahap Timbunan 2, lebih besar dibanding tanpa geotekstil (1,971). Penggunaan geotekstil juga menurunkan deformasi, yaitu 60,4 cm pada tahap pembebanan dan 60,8 cm setelah konsolidasi 10 tahun, lebih kecil dibanding kondisi tanpa geotekstil. Tegangan efektif tanah dengan geotekstil tercatat lebih rendah, menunjukkan distribusi beban yang lebih baik. Secara keseluruhan, geotekstil terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas, mengurangi penurunan, dan memperbaiki respon tegangan tanah dasar.