Pembangunan Stasiun MRT Glodok (CP203) sebagai bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A menuntut pelaksanaan konstruksi bawah tanah yang presisi, termasuk pada tahapan pengembalian kondisi tanah atau timbunan kembali (backfilling). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pelaksanaan pekerjaan backfilling guna memastikan stabilitas tanah dasar (sub-grade) yang akan menopang beban lalu lintas di atasnya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan selama masa kerja praktik dan studi dokumen teknis Method Statement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan dilaksanakan secara bertahap (staging) yang dimulai dengan pembongkaran struktur sementara dan pemotongan dinding diafragma (D-Wall) sedalam 2,5 meter. Proses penimbunan dilakukan menggunakan material tanah pilihan (selected material) dengan metode pelapisan (layering) maksimal 30 cm per lapis. Pemadatan dilakukan menggunakan kombinasi Vibro Roller pada area terbuka dan Hand Stamper pada area terbatas untuk menjaga integritas struktur stasiun. Berdasarkan hasil pengendalian mutu, metode ini terbukti efektif dengan capaian derajat kepadatan kering lapangan >95% (uji Sand Cone) dan nilai CBR tanah dasar memenuhi spesifikasi teknis >6%. metode pelaksanaan yang diterapkan telah memenuhi standar teknis dan keselamatan yang disyaratkan untuk menjamin keamanan struktur jalan pasca-konstruksi.
Copyrights © 2026