Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang merupakan kawasan permukiman perkotaan yang berada pada dataran rendah dan dipengaruhi oleh sistem hidrologi Sungai Musi, sehingga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kejadian banjir. Kondisi topografi yang relatif datar, kepadatan permukiman yang tinggi, serta keterbatasan fungsi jaringan drainase menyebabkan genangan air sering terjadi, terutama pada saat hujan dengan intensitas dan durasi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi dan pemetaan daerah rawan banjir sebagai dasar perencanaan mitigasi dan penanganan banjir yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan tingkat kerawanan banjir di Kelurahan 16 Ulu menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan analisis overlay berbobot terhadap beberapa parameter, yaitu elevasi dan kemiringan lereng, penggunaan dan tutupan lahan, kondisi jaringan drainase, jarak terhadap sungai, serta riwayat kejadian banjir. Data yang digunakan terdiri dari data primer hasil observasi lapangan dan dokumentasi, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan 16 Ulu terbagi ke dalam tiga tingkat kerawanan banjir, yaitu kerawanan rendah sekitar 20–25%, kerawanan sedang sekitar 35–40%, dan kerawanan tinggi sekitar 35–40% dari luas wilayah. Zona kerawanan tinggi terkonsentrasi pada area dengan elevasi rendah, permukiman padat, minim ruang resapan air, serta kondisi drainase yang kurang berfungsi optimal, khususnya pada RT 54, RT 55, dan RT 60. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar pendukung dalam pengambilan kebijakan penataan ruang dan upaya pengurangan risiko banjir di wilayah penelitian.
Copyrights © 2026