Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Klasifikasi Kondisi Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) Ely Mulyati; Dina Monika Anggraini
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2436

Abstract

Kondisi perkerasan jalan yang baik sangat penting dalam mendukung kelancaran transportasi, kenyamanan berkendara, dan keselamatan pengguna jalan. “Penurunan kualitas perkerasan jalan yang disebabkan oleh kerusakan struktural maupun fungsional dapat menimbulkan gangguan kelancaran dalam berlalu lintas dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas dan mengklasifikasikan tingkat kerusakan perkerasan pada Ruas Jalan, Kota Palembang menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode ini dipilih karena dapat memberikan penilaian kuantitatif berdasarkan jenis dan tingkat keparahan. Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan yaitu dengan mencatat jenis kerusakan seperti lubang (potholes), alur (rutting), pelepasan butiran (ravelling), maupun tambalan (patching). Investigasi menunjukkan bahwa lubang merupakan jenis kerusakan yang paling dominan, dengan peringkat PCI rata-rata 84,25, yang dikategorikan Sangat Baik. Meskipun demikian, beberapa bagian jalan berada dalam kondisi di bawah standar, terutama yang berada di antara STA 0+200 dan 0+300, sehingga memerlukan perbaikan rutin. Sebagian besar jalan masih dalam kondisi baik. Pemantauan dan perbaikan rutin sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pemeliharaan jalan yang lebih akurat, efektif, dan efisien.  
Perencanaan Teknis dan Estimasi Biaya Preservasi Jalan Daerah Menggunakan Metode Kuantitatif serta Rekapitulasi Total RAB Ely Mulyati; Sabrina Aurelia Rianti
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2898

Abstract

Road preservation is important to maintain functionality and support community mobility. This study analyzes the technical planning and cost estimation processes in regional road preservation work to ensure budget efficiency and implementation effectiveness. The methods include road condition surveys, damage identification, technical method selection, and plan and cost estimation preparation based on unit price analysis. The results show that proper planning greatly affects the accuracy of cost estimates and the success of implementation. The total cost estimate reached Rp 222,520,104, covering all work items. These findings emphasize the importance of data-based planning to improve the quality, service life, and sustainability of road infrastructure and support optimal and sustainable community mobility.
Pelaksanaan Preservasi Rehabilitasi Jalan Menggunakan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) Pada Jalan Trisula Sekip Jaya Kota Palembang Raihan Afzalurrahman; Ely Mulyati; Ramdi Ramdi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11060

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur transportasi yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan pertumbuhan ekonomi. Seiring meningkatnya volume lalu lintas dan pengaruh lingkungan, kondisi perkerasan jalan mengalami penurunan kualitas sehingga diperlukan kegiatan preservasi dan rehabilitasi untuk mempertahankan fungsi pelayanan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui material yang digunakan, alat berat yang diterapkan, serta mekanisme pelaksanaan preservasi rehabilitasi jalan menggunakan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) pada Jalan Trisula Sekip Jaya Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta studi literatur yang berkaitan dengan pekerjaan rehabilitasi jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material utama yang digunakan terdiri atas campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dan lapisan perekat (tack coat). Peralatan utama yang digunakan meliputi dump truck sebagai alat pengangkut campuran aspal, asphalt finisher sebagai alat penghampar, dan tandem roller sebagai alat pemadat. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pembersihan area kerusakan, penyemprotan lapis perekat, penghamparan campuran AC-WC, dan pemadatan hingga mencapai kepadatan yang dipersyaratkan. Pelaksanaan pekerjaan yang sesuai prosedur menghasilkan lapisan perkerasan yang lebih rata, padat, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan jalan. Dengan demikian, penggunaan AC-WC pada kegiatan preservasi rehabilitasi jalan terbukti efektif dalam memperbaiki kondisi permukaan jalan serta mendukung keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan fungsi infrastruktur transportasi.
Pelaksanaan Perbaikan Jalan Dengan Metode Patching Asphalt Pada Jalan Opi Raya Seberang Ulu I Kota Palembang Hardeanni Aprilia; Ely Mulyati; Ramdi Ramdi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11061

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur transportasi yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kerusakan perkerasan jalan yang disebabkan oleh beban lalu lintas, faktor lingkungan, serta penurunan kualitas struktur dapat menurunkan tingkat pelayanan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna. Salah satu metode pemeliharaan yang umum diterapkan untuk menangani kerusakan lokal pada perkerasan jalan adalah metode patching asphalt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui material yang digunakan, peralatan yang diterapkan, serta tahapan pelaksanaan perbaikan jalan dengan metode patching asphalt pada Jalan Opi Raya Seberang Ulu I Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan selama kegiatan magang, dokumentasi pekerjaan, serta studi literatur yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan dan metode patching asphalt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material utama yang digunakan dalam pekerjaan perbaikan jalan adalah Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) sebagai material tambalan dan tack coat sebagai lapis perekat antarlapisan. Peralatan utama yang digunakan meliputi dump truck, asphalt finisher, dan tandem roller. Tahapan pelaksanaan pekerjaan terdiri atas pembersihan area kerusakan, penyemprotan tack coat, penghamparan campuran AC-WC, dan pemadatan menggunakan tandem roller. Pelaksanaan setiap tahapan sesuai prosedur teknis menghasilkan perbaikan yang efektif dalam mengembalikan fungsi perkerasan, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung keberlanjutan umur layanan jalan. Metode patching asphalt terbukti menjadi solusi pemeliharaan yang praktis, cepat, dan efisien untuk menangani kerusakan perkerasan jalan secara lokal.
Pelaksanaan Pekerjaan Rehabilitasi Jalan Menggunakan Pekerasan Beton Pada Ruas Jalan Tanjung Barangan, Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat 1, Kota Palembang Made Bayu Pratama; Ely Mulyati; Ramdi Ramdi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11062

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur transportasi yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Kerusakan jalan yang terjadi akibat faktor umur perkerasan, beban lalu lintas, serta pengaruh lingkungan dapat menurunkan tingkat kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan upaya rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi jalan agar dapat beroperasi secara optimal. Tujuan dari kegiatan magang ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jalan menggunakan perkerasan beton serta mengidentifikasi peralatan yang digunakan pada pekerjaan rehabilitasi Jalan Tanjung Barangan, Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah metode deskriptif melalui observasi langsung di lapangan, dokumentasi kegiatan, studi literatur, serta pengumpulan data dari pihak pelaksana proyek. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pelaksanaan rehabilitasi jalan dilakukan secara bertahap yang meliputi survei dan persiapan pekerjaan, pembersihan lokasi, pemasangan bekisting, pengecoran beton mutu K-300, pemadatan, perataan permukaan, dan penghalusan (grinding). Peralatan utama yang digunakan meliputi truk molen (concrete mixer truck), gerobak dorong (wheelbarrow), jidar (screed board), sekop (shovel), dan ember (bucket). Pelaksanaan setiap tahapan pekerjaan sesuai metode kerja yang direncanakan mampu menghasilkan perkerasan beton yang lebih kuat, rata, dan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap beban lalu lintas. Dengan demikian, rehabilitasi jalan menggunakan perkerasan beton pada ruas Jalan Tanjung Barangan dapat meningkatkan kualitas pelayanan jalan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan serta memperpanjang umur layanan perkerasan.
Analisis Kelayakan Struktur dan Tingkat Kepuasan Penerima Program BSPS di Kota Pariaman (Studi Kasus Nagari Naras dan Sikapak Barat) Tarmizi Nazir; Farlin Rosyad; Ely Mulyati
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2026): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v18i1.7745

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai penunjang kualitas hidup dan simbol kesejahteraan sosial. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hadir sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni melalui mekanisme stimulan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kota Pariaman, khususnya Nagari Naras dan Sikapak Barat, menjadi salah satu lokasi penerima program ini pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan struktur rumah hasil program BSPS serta menilai tingkat kepuasan masyarakat penerima bantuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 40 penerima manfaat dan 4 Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Instrumen penelitian mencakup aspek kelayakan struktur bangunan, efektivitas program, dan utilitas dasar rumah. Data dianalisis dengan tabulasi, perhitungan persentase, serta interpretasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen struktur bangunan (pondasi, sloof, kolom, balok, dan rangka atap) telah memenuhi standar teknis dengan capaian 100%. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap efektivitas program juga sangat tinggi, dengan persentase 100% karena tepat sasaran dan sesuai petunjuk teknis. Namun, pada aspek utilitas rumah, capaian rata-rata hanya 91,43%. Beberapa indikator masih belum terpenuhi sepenuhnya, terutama akses listrik (70%), fasilitas sanitasi (80%), dan akses air bersih (90%). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun program telah berhasil dari sisi struktur dan pelaksanaan, masih terdapat kekurangan pada pemenuhan utilitas dasar. Kesimpulannya, Program BSPS di Kota Pariaman terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat dari sisi struktur dan kepuasan penerima, namun belum sepenuhnya memenuhi kriteria rumah layak huni. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya peningkatan dukungan infrastruktur dasar, khususnya jaringan listrik, sanitasi, dan akses air bersih, agar manfaat program lebih optimal dan berkelanjutan.
Pengendalian Mutu dan Pelaksanaan Pekerjaan Kolom pada Proyek Rumah Susun X Alfariz Rhenata; Ely Mulyati; Suhartono Suhartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10808

Abstract

Kolom merupakan elemen struktur vertikal yang berperan penting dalam menyalurkan beban bangunan bertingkat menuju fondasi. Kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan kolom dapat menurunkan mutu struktur dan berpotensi mengganggu keamanan bangunan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan pelaksanaan pekerjaan kolom beton bertulang serta penerapan pengendalian mutu pada Proyek Pembangunan Rumah Susun X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi lapangan selama kegiatan magang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, penggunaan form checklist pengendalian mutu, dokumentasi lapangan, serta studi dokumen teknis berupa shop drawing, Rencana Kerja dan Syarat (RKS), dan SNI 2847:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan kolom dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan persiapan, pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, hingga pembongkaran bekisting. Pengendalian mutu pembesian menunjukkan kesesuaian jumlah dan diameter tulangan, jarak sengkang, serta penggunaan crossties terhadap gambar kerja. Pada pekerjaan bekisting, pemeriksaan dilakukan terhadap posisi, kekakuan, kerapatan, dan vertikalitas. Pengendalian mutu pengecoran dilakukan melalui pengujian slump dengan hasil 11–12 cm, yang masih memenuhi persyaratan 12 ± 2 cm. Selain itu, hasil uji kuat tekan beton pada umur 7 dan 14 hari masing-masing sebesar 19,24 MPa dan 24,05 MPa, sehingga menunjukkan perkembangan mutu beton yang mendekati mutu rencana f’c 25 MPa. Secara keseluruhan, penerapan checklist pengendalian mutu pada setiap tahapan pekerjaan terbukti berperan penting dalam menjaga kesesuaian dan kualitas pekerjaan kolom beton bertulang.
Analisis Karakteristik Marshall Campuran AC-Base Berdasarkan Uji Laboratorium Nyayu Shalsabilah; Ely Mulyati; Feri Ahmad Sopian
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10813

Abstract

Kerusakan struktural serta deformasi permanen pada perkerasan lentur sering kali dipicu oleh kualitas campuran lapisan fondasi atas yang buruk. Padahal, lapisan berbahan beton aspal (Asphalt Concrete-Base) ini memegang peran vital dalam mendistribusikan beban kendaraan ke struktur di bawahnya. Apabila mutu lapisan ini tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku, maka potensi terjadinya kerusakan seperti rutting, retak, dan penurunan umur layanan jalan akan semakin besar. Atas dasar tersebut, studi ini dilakukan guna menguji karakteristik Marshall dari campuran AC-Base sekaligus menakar kelayakannya berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Analisis dijalankan menggunakan data sekunder pengujian laboratorium pada variasi kadar aspal sebesar 4,5% hingga 6,5% dengan interval 0,5%. Adapun indikator mutu yang dievaluasi mencakup nilai kelelehan (flow), stabilitas, Marshall Quotient (MQ), rongga dalam campuran (VIM), rongga dalam agregat (VMA), serta rongga terisi aspal (VFA). Berdasarkan hasil analisis, nilai stabilitas, MQ, dan VMA telah memenuhi standar pada seluruh persentase kadar aspal yang diuji. Sementara itu, pemenuhan regulasi untuk parameter VIM serta VFA berada pada rentang kadar aspal 5,0% hingga 6,5%, dan parameter kelelehan (flow) hanya mencapai standar kelayakan hingga kadar aspal 5,5%. Secara keseluruhan, diperoleh kesimpulan bahwa proporsi kadar aspal 5,0%–5,5% menghasilkan performa campuran yang paling optimal karena seluruh indikator karakteristik Marshall berhasil memenuhi batasan spesifikasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian, rentang kadar aspal tersebut direkomendasikan dalam pembuatan campuran AC-Base untuk menjamin kualitas perkerasan yang tahan lama dan sesuai standar teknis yang berlaku.
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN BANJIR DI KELURAHAN 16 ULU, KECAMATAN SEBERANG ULU II, KOTA PALEMBANG Achmad Dicky Wahyudhi; Ely Mulyati
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/k4b2pj87

Abstract

Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang merupakan kawasan permukiman perkotaan yang berada pada dataran rendah dan dipengaruhi oleh sistem hidrologi Sungai Musi, sehingga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kejadian banjir. Kondisi topografi yang relatif datar, kepadatan permukiman yang tinggi, serta keterbatasan fungsi jaringan drainase menyebabkan genangan air sering terjadi, terutama pada saat hujan dengan intensitas dan durasi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi dan pemetaan daerah rawan banjir sebagai dasar perencanaan mitigasi dan penanganan banjir yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan tingkat kerawanan banjir di Kelurahan 16 Ulu menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan analisis overlay berbobot terhadap beberapa parameter, yaitu elevasi dan kemiringan lereng, penggunaan dan tutupan lahan, kondisi jaringan drainase, jarak terhadap sungai, serta riwayat kejadian banjir. Data yang digunakan terdiri dari data primer hasil observasi lapangan dan dokumentasi, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan 16 Ulu terbagi ke dalam tiga tingkat kerawanan banjir, yaitu kerawanan rendah sekitar 20–25%, kerawanan sedang sekitar 35–40%, dan kerawanan tinggi sekitar 35–40% dari luas wilayah. Zona kerawanan tinggi terkonsentrasi pada area dengan elevasi rendah, permukiman padat, minim ruang resapan air, serta kondisi drainase yang kurang berfungsi optimal, khususnya pada RT 54, RT 55, dan RT 60. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar pendukung dalam pengambilan kebijakan penataan ruang dan upaya pengurangan risiko banjir di wilayah penelitian.