Ketersediaan air baku yang andal merupakan aspek penting dalam menunjang operasional mess industri pertambangan, terutama pada wilayah dengan keterbatasan data debit sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit andalan Sungai Ake Suboli di Kabupaten Halmahera Timur sebagai dasar perencanaan air baku mess pertambangan menggunakan model Soil and Water Assessment Tool Plus (SWAT+). Model hidrologi dibangun berdasarkan data digital elevation model (DEM), tutupan lahan, jenis tanah, serta data iklim harian dari sumber global. Simulasi menghasilkan debit harian pada outlet DAS yang selanjutnya dianalisis menggunakan Flow Duration Curve (FDC) untuk memperoleh debit andalan pada tingkat keandalan 80%, 90%, dan 95% (Q80, Q90, dan Q95). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Ake Suboli memiliki pola aliran musiman yang kuat, dengan debit tinggi pada musim hujan dan debit sangat rendah pada musim kemarau. Debit Q90 dan Q95 menunjukkan nilai yang sangat kecil dan mendekati nol pada beberapa bulan kering, mengindikasikan lemahnya kontribusi aliran dasar dan tingginya risiko kekurangan air apabila digunakan sebagai dasar perencanaan. Meskipun SNI 6738:2015 merekomendasikan penggunaan Q90 untuk air baku, penelitian ini menggunakan Q80 sebagai debit andalan operasional karena sistem yang dikaji merupakan sistem air baku internal dengan jumlah pengguna terbatas dan pengelolaan aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa Q80 lebih realistis secara teknis untuk kondisi DAS Ake Suboli, dengan kebutuhan tambahan berupa fasilitas tampungan guna menjamin kontinuitas suplai air sepanjang tahun.
Copyrights © 2025