p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Marlina Kamis
Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DEBIT ANDALAN UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU INDUSTRI PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN MODEL SWAT+ PADA SUNGAI AKE SUBOLI, KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Marlina Kamis; Yudit Agus Priambodo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/13aav355

Abstract

Ketersediaan air baku yang andal merupakan aspek penting dalam menunjang operasional mess industri pertambangan, terutama pada wilayah dengan keterbatasan data debit sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit andalan Sungai Ake Suboli di Kabupaten Halmahera Timur sebagai dasar perencanaan air baku mess pertambangan menggunakan model Soil and Water Assessment Tool Plus (SWAT+). Model hidrologi dibangun berdasarkan data digital elevation model (DEM), tutupan lahan, jenis tanah, serta data iklim harian dari sumber global. Simulasi menghasilkan debit harian pada outlet DAS yang selanjutnya dianalisis menggunakan Flow Duration Curve (FDC) untuk memperoleh debit andalan pada tingkat keandalan 80%, 90%, dan 95% (Q80, Q90, dan Q95). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Ake Suboli memiliki pola aliran musiman yang kuat, dengan debit tinggi pada musim hujan dan debit sangat rendah pada musim kemarau. Debit Q90 dan Q95 menunjukkan nilai yang sangat kecil dan mendekati nol pada beberapa bulan kering, mengindikasikan lemahnya kontribusi aliran dasar dan tingginya risiko kekurangan air apabila digunakan sebagai dasar perencanaan. Meskipun SNI 6738:2015 merekomendasikan penggunaan Q90 untuk air baku, penelitian ini menggunakan Q80 sebagai debit andalan operasional karena sistem yang dikaji merupakan sistem air baku internal dengan jumlah pengguna terbatas dan pengelolaan aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa Q80 lebih realistis secara teknis untuk kondisi DAS Ake Suboli, dengan kebutuhan tambahan berupa fasilitas tampungan guna menjamin kontinuitas suplai air sepanjang tahun.
ANALISIS PETA GENANGAN BANJIR DESA ASIMIRO KECAMATAN LOLODA UTARA KABUPATEN HALMAHERA UTARA Marlina Kamis; Yudit Agus Priambodo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/c75qxy19

Abstract

Desa Asimiro, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara merupakan kawasan pesisir kepulauan yang secara berulang mengalami bencana banjir, termasuk kejadian pada 10 Desember 2025 yang merendam sekitar 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter serta menggenangi sejumlah fasilitas pendidikan dan pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrologi DAS Asimiro dan memetakan zona genangan banjir untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun menggunakan pendekatan pemodelan terpadu. Metodologi mencakup: (1) analisis frekuensi curah hujan menggunakan HEC-SSP 2.3 dengan data observasi BMKG, di mana distribusi Log-Pearson Type III terpilih sebagai distribusi terbaik berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov pada taraf kepercayaan 95%; (2) pemodelan hidrologi menggunakan HEC-HMS 4.13 dengan metode SCS Curve Number dan SCS Unit Hydrograph pada 5 sub-DAS dengan total luas 19,69 km²; (3) pemodelan hidrolika 2D menggunakan HEC-RAS 7.0 dengan data elevasi DEMNAS resolusi 8,1 meter dan kondisi batas hilir berupa data pasut harmonik dari SRGI-BIG (tipe campuran dominan semidiurnal, F=0,39); serta (4) pemetaan genangan menggunakan QGIS. Hasil analisis menunjukkan curah hujan rancangan periode ulang 100 tahun sebesar 473,17 mm, menghasilkan debit puncak banjir 241,9 m³/s dengan waktu puncak 11,25 jam. Rasio Q100/Q2 sebesar 15,2 mencerminkan variabilitas curah hujan ekstrem yang tinggi. Luas genangan meningkat dari 6,94 hektar (Q2) hingga 28,75 hektar (Q100), dengan tingkat bahaya berat (kedalaman >1,5 m) baru tercapai pada banjir Q100 yang menggenangi 18 unit rumah, 0,28 km jaringan jalan, 2 fasilitas umum, dan 18,94 hektar kawasan hutan