Biodiesel dari limbah minyak jelantah merupakan salah satu alternatif energi terbarukan yang potensial untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, tingginya kandungan asam lemak tak jenuh menyebabkan biodiesel ini rentan mengalami penurunan mutu akibat reaksi oksidasi selama masa penyimpanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis stabilitas oksidatif biodiesel dari minyak jelantah dan menentukan pengaruh serta konsentrasi optimum penambahan ekstrak kulit jeruk sebagai antioksidan alami. Metode yang diterapkan adalah maserasi serbuk kulit jeruk menggunakan pelarut etanol dan proses transesterifikasi minyak jelantah dengan bantuan katalis KOH. Berdasarkan hasil pengujian awal, densitas biodiesel yang diperoleh tercatat sebesar 0,91205 g/mL dan angka asam sebesar 0,5742 mg KOH/g. Meskipun nilai parameter tersebut masih memerlukan optimasi untuk memenuhi standar mutu SNI 7182:2015 secara sempurna, data ini memberikan landasan penting bagi pemanfaatan senyawa bioaktif kulit jeruk seperti hesperidin dalam memutus rantai radikal bebas pemicu oksidasi.
Copyrights © 2026