Perusahaan jasa konstruksi merupakan badan usaha di bidang pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana fisik dengan menyediakan jasa layanan konsultasi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, dan pengawasan. Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan dan pernyataan Kementerian PUPR setiap tahunnya terdapat 32% kasus angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi dari total keseluruhan kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Berdasarkan data rekapitulasi kasus kecelakaan kerja pada perusahaan jasa konstruksi tahun 2023-2025 terjadi sebanyak 30 kasus yang didominasi oleh pekerjaan menggunakan alat berat sebanyak 7 kasus. Penelitian ini menganalisis kasus kecelakaan terjatuhnya pipa pancang pada aktivitas pemancangan menggunakan crawler crane. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penyebab kecelakaan pekerjaan menggunakan alat berat pada perusahaan jasa konstruksi. Metode yang digunakan dalam menganalisis penyebab kasus kecelakaan adalah Why Because Analysis (WBA) dan Technique Of Operating Review (TOR). Metode WBA digunakan untuk mengidentifikasi fakta kecelakaan, menyusun sebab akibat, dan menemukan akar penyebab dari `kasus kecelakaan. TOR digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan penyebab dasar kecelakaan yaitu penegakan kebijakan K3LL dan program K3 belum berjalan, perencanaan awal proyek tidak akurat, tindak lanjut hasil inspeksi crane tidak diimplementasikan, pekerja belum mendapatkan pelatihan lifting & rigging, kurangnya pengawasan akibat supervisor hanya berjumlah 1 orang dan menangani banyak area kerja, dan tidak terdapat JSA pekerjaan. Berdasarkan analisis dengan diagram pareto didapatkan prioritas perbaikan pada penyebab dominan yaitu penegakan kebijakan K3LL dan program K3 belum berjalan, kurangnya pengawasan atau supervisi dan tidak terdapat JSA dengan rekomendasi penyusunan program K3, evaluasi dan penambahan sistem pengawasan, serta penyusunan, pembaruan, dan evaluasi dokumen JSA sesuai aktivitas pekerjaan.
Copyrights © 2026