Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji besaran arus lalu lintas dan menganalisis seberapa besar kontribusi komposisi sepeda motor dalam memengaruhi kinerja ruas Jalan Kapten Muslim Medan. Pendekatan analisis yang digunakan merujuk pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Pengambilan data lapangan dilaksanakan secara manual selama tujuh hari berturut-turut (10–16 Februari 2026), dengan tiga rentang waktu pengamatan yaitu pukul 06.30–08.30 WIB pada pagi hari, pukul 12.00–14.00 WIB pada siang hari, dan pukul 17.00–19.00 WIB pada sore hari. Segmen jalan yang dikaji merupakan jalan tipe 4/2-T (empat lajur, dua arah, dengan median) dengan lebar total jalan 16 meter. Hasil analisis memperlihatkan bahwa arus puncak tertinggi mencapai 3.049,7 smp/jam pada hari Sabtu pukul 18.00–19.00 WIB, dengan proporsi sepeda motor sebesar 83,21% dari total kendaraan (kend/jam) atau setara 55,03% dalam satuan smp/jam. Nilai kapasitas jalan yang diperoleh sebesar 1.782,56 smp/jam menghasilkan derajat kejenuhan (Dj) sebesar 1,71, yang mencerminkan kondisi tingkat pelayanan F, yakni arus lalu lintas yang tidak stabil dan terjadi kemacetan. Kecepatan tempuh rata-rata kendaraan yang terukur di lapangan hanya 11 km/jam, jauh lebih rendah dari kecepatan arus bebas yang ditetapkan sebesar 59,34 km/jam. Skenario hipotetis tanpa keberadaan sepeda motor menunjukkan derajat kejenuhan berkurang menjadi 0,78 dengan tingkat pelayanan C (arus lalu lintas yang stabil). Proporsi rata-rata sepeda motor sepanjang periode pengamatan satu minggu tercatat sebesar 55,53% (smp/jam). Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tingginya proporsi sepeda motor menjadi faktor determinan yang signifikan dalam menurunkan kinerja lalu lintas di ruas Jalan Kapten Muslim Medan.
Copyrights © 2026