Batako merupakan salah satu material konstruksi penting yang banyak digunakan sebagai bahan penyusun dinding bangunan. Keberadaan batako yang relatif murah dan mudah diproduksi membuatnya menjadi pilihan utama di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil seperti Kecamatan Morotai Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi mutu batako produksi lokal di Morotai Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental di laboratorium dengan pendekan kuantitatif dalam proses analisisnya. Penelitian ini bersifat studi kasus yaitu terfokus pada produksi batako beberapa industri kecil yang ada di Morotai selatan. Pengujian dilaboratorium meliputi pemeriksaan dimensi batako, pemeriksaan kuat tekan batako serta penyerapan air batako. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 lokasi produksi industri lokal batako secara keseluruhan belum memenuhi standar mutu batako berdasarkan SNI. Namun pada lokasi B dan lokasi C memberikan hasil yang hampir mencapai syarat minimum batako mutu IV yaitu dengan persentase 80,88% untuk produksi B dan 76,88% untuk tempat produksi C. Dari karakteristik penyerapan air, secara keseluruhan memenuhi psersyaratan mutu batako secara fisisnya. Sehingga dari sisi kepadatan dan gradasi butir agregat halus penyusun batako setelah dipadatkan menjadi sangat baik.
Copyrights © 2026