PT Industri Kereta Api (PT INKA) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berdiri pada 18 Mei 1981. Dalam proses produksi di PT INKA terdapat salah satu proses yang sangat penting yaitu steel working. Hal ini dikarenakan steel working merupakan tahapan awal yang bisa memengaruhi tahapan tahapan berikutnya. Dalam proses steel working tentunya diperlukan pengawasan sebagai penunjang keselamatan para pekerja. Namun pada workshop steel work masih terlihat kurangnya penerapan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) khususnya pada proses grinding. Oleh karena itu dibutuhkan identifikasi K3 untuk mencegah risiko kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode FMEA dan RCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari FMEA terdapat 10 risiko dan 3 risiko kritis meliputi tersengat listrik, tersayat plat baja, dan terkena pisau pemotong gerinda. RCA menunjukkan bahwa terdaapat 18 faktor penyebab risiko kritis dan diberikan 9 rekomendasi mitigasi risiko.
Copyrights © 2023