UD Mustika Shuttlecock merupakan usaha kecil menengah dimana terdapat 6 proses produksi yang terdapat pekerjaan yang memiliki gerakan repetitif secara signifikan berdasarkan output produksi dalam sehari yaitu proses pemotongan bulu, pelurusan bulu, perakitan bulu, penjahitan shuttlecock, pengeleman shuttlecock, pengujian shuttlecock, dan pemasangan label dan pita. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menganalisis metode kerja adalah Assessment of Repetitive Task (ART) Tool. Metode ART Tool digunakan untuk menilai tingkat risiko proses produksi yang berulang pada postur tubuh bagian atas yang dialami karyawan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat exposure score pada karyawan pemotongan bulu, pelurusan bulu, perakitan bulu, penjahitan shuttlecock, pengeleman shuttlecock, pengujian shuttlecock, dan pemasangan label dan pita. Rekomendasi yang diberikan adalah dengan mengurangi frekuensi gerakan, redesain meja dan kursi, dan memberikan waktu jeda istirahat. Selanjutnya dilakukan perhitungan kembali dengan mempertimbangkan penerapan rekomendasi perbaikan menggunakan ART Tool untuk menghasilkan final score yang maksimal.
Copyrights © 2024