Penelitian ini dilakukan pada PT. Niramas Pandaan Sejahtera dimana hasil observasi awal diketahui bahwa waste yang terjadi diantaranya transportation, defect, dan inventory. Penelitian ini menerapkan pendekatan lean manufacturing menggunakan metode value stream mapping (VSM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Process Cycle Efficiency produksi Mini Jelly saat ini memiliki nilai 69,1%. Selain itu didapatkan 6 jenis pemborosan yaitu defect, inventory, transportation, over processing, excess motion, dan waiting. Berdasarkan analisis FMEA terdapat tiga mode kegagalan yang menyebabkan waste dengan nilai RPN tertinggi yaitu penumpukkan penyimpanan Mini Jelly, Mini Jelly berjatuhan, dan lid Mini Jelly tercetak miring. Rekomendasi perbaikan yang diberikan yaitu penambahan gudang produk jadi, perbaikan desain coneyor, perbaikan desain pengait lid mini jelly, penggantian pipa, penambahan resource, dan penggabungan proses. Estimasi pengurangan waktu dari rekomendasi perbaikan adalah sejumlah 40,72 menit. Hal ini berdampak pada peningkatan Process Cycle Efficiency sebesar 3,15% .
Copyrights © 2024