Direktori perusahaan Kementerian Perindustrian Indonesia mencatat bahwa terdapat tujuh perusahaan daur ulang pembuatan bijih plastik dan delapan perusahaan daur ulang pencacahan plastik dengan rata-rata permintaan sebesar 175.000 kg/ bulannya dan rata-rata produksi 190.000 kg/ bulannya Akibatnya, jika terus menerus terdapat sisa hasil produk cacah bersih yang belum terkirim, maka mengakibatkan menumpuknya hasil produksi di gudang.Maka dari itu, perusahaan berencana untuk melakukan investasi mesin pellet yang bertujuan untuk memenuhi permintaan. Analisis kelayakan dilakukan pada mesin pellet Tengda dan mesin pellet Sevenstars. Setelah mengetahui alternatif-alternatif analisa kelayakan maka langkah selanjutnya adalah menentukan horizon perencanaan. Kemudian metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil yang didapatkan sebaiknya memilih alternatif mesin pellet Sevenstars dikarenakan memiliki nilai NPV dan IRR yang lebih besar dibandingkan mesin pellet Tengda. Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas dari alternatif yang dipilih.
Copyrights © 2024