Sektor perikanan budidaya merupakan sektor yang menjanjikan, hal ini tercermin dari peningkatan target produksi oleh pemerintah. Kondisi ini dapat dijadikan peluang bagi daerah pesisir, khususnya Kabupaten Sidoarjo yang merupakan salah satu daerah penghasil bandeng terbesar di Jawa Timur. Namun, pada saat ini banyak dari para petani tambak yang beranggapan bahwa menjalankan usaha tambak sudah tidak menguntungkan untuk terus dilanjutkan, dikarenakan tidak adanya prediksi pendapatan pada masa mendatang, sehingga banyak dari petani yang menjual lahan tambaknya kepada investor karena dianggap lebih menguntungkan. Pada penelitian ini, dilakukan analisis finansial menggunakan metode NPV, IRR dan PI untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya ikan bandeng untuk 10 tahun kedepan jika dibandingkan dengan alternatif pembanding, yaitu mendepositokan hasil penjualan lahan tambak dan mengolah hasil panen bandeng menjadi produk olahan. Hasil penelitian ini, dari 3 metode kelayakan finansial yang digunakan, alternatif mengolah sebagian hasil panen menjadi produk olahan menjadi alternatif terpilih untuk dijalankan dimana memiliki nilai NPV sebesar Rp1.329.494.007, IRR sebesar 147,06% dan metode PI dengan nilai 1,044.
Copyrights © 2024