Dalam perkembangan industri saat ini masih banyak perusahaan yang kurang memperhatikan postur kerja yang dilakukan pekerja saat melakukan pekerjaan. kurangnya perhatian postur kerja dapat menjadi risiko besar untuk mengalami musculoskeletaldisorder. Dari hasil penyebaran kuesioner Nordic Body Map menunjukkan workstation pengelasan menjadi workstation paling berisiko dengan mendapat skor 60. Metode QEC dan OWAS dipilih karena menjadi metode saling melengkapi dalam postur kerja secara keseluruhan tubuh. Metode QEC digunakan untuk menganalisis masalah postur kerja yang berfokus pada bagian atas tubuh manusia, sedangkan metode OWAS digunakan untuk melengkapi bagian bawah tubuh manusia dan dapat digunkan juga untuk menganalisis keseluruhan postur tubuh. Rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi masalah musculoskeletal disorder pada CV Sumber Baru Rekso berupa usulan ulang perancangan stasiun kerja, usulan pelatihan aspek ergononomis, usulan alat pelindungan diri, dan usulan alat yang digunakan dalam bekerja. Setelah itu dilakukan perhitungan ulang dengan adanya usulan rekomendasi yang diberikan dan terdapat penurunan skor setelah adanya perbaikan.
Copyrights © 2024