CV Aneka Karya Unggul mengalami peningkatan beban kerja yang berlebih (overload) baik dari segi waktu dan kapasitas kendaraan yang berakibat pada keterlambatan waktu distribusi produk. Karena permasalahan tersebut maka perusahaan dirasa perlu untuk melakukan investasi pembelian satu armada baru yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Alternatif pembelian yang dibandingkan adalah skenario tunai dan kredit. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kelayakan investasi yaitu Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR). Dan dilengkapi dengan analisis sensitivitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelian kendaraan dengan skenario tunai lebih menguntungkan perusahaan dari aspek ekonomis dengan hasil NPV Rp.1.413.304.380,- PP 1 tahun 9 bulan, dan IRR 63.01%. Kemudian, berdasarkan analisis sensitivitas skenario tunai memiliki tingkat fleksibilitas maksimum dari aspek kenaikan biaya investasi sebesar 541% dan penurunan total present value (TPV) sebesar -84.39%.
Copyrights © 2024