Dalam menjalankan produksinya, perusahaan packaging Surabaya menghadapi permasalahan dimana terdapat beberapa hasil produk dari departemen Injection Molding Machine (IMM) belum ready on hand sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Permasalahan ini disebabkan oleh jumlah standar output produksi yang tidak tercapai karena terdapat downtime dari mesin injection molding A 09. Oleh sebab itu, untuk mengetahui efektivitas dari mesin tersebut maka dilakukan perhitungan Overall Equipment Efectiveness (OEE) yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan standar global JIPM. Kemudian dilakukan perhitungan nilai Six Big Losses untuk mengetahui faktor kerugian yang paling berpengaruh terhadap rendahnya nilai OEE. Akar penyebab dari faktor kerugian tersebut selanjutnya dapat diketahui dengan analisis 5-Why. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE dari mesin injection molding A 09 adalah sebesar 73,40% sehingga masih berada di bawah standar JIPM sebesar 85%. Faktor pada Six Big Losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE tersebut adalah reduced speed loss dengan rata-rata persentase sebesar 15,32% dari total loading time.
Copyrights © 2024