PG Modjopanggong merupakan salah satu pabrik gula kristal putih dibawah naungan PTPN X. Pada masa produksi terjadi permasalahn dengan adanya unplanned downtime yang lebih besar dari planned downtime. Hal ini telah menimbulkan kerugian baik waktu maupun biaya. Selain itu terjadi defect pada produk gula kristal. Defect yang terjadi merupakan defect untuk parameter ICUMSA. Sehingga dapat mengganggu jalannya proses produksi dan dapat menurunkan kapasitas produksi. sehingga perlu dilakukan pengukuran efektivitas pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efetivitas pada lima stasiun produksi (stasiun gilingan, stasiun pemurnian, stasiun penguapan, stasiun masakan, stasiun puteran) menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan mengetahui kerugian terbesar yang mempengaruhi efektivitas menggunakan six big losses. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata efektivitas pada stasiun gilingan sebesar 75.14%, stasiun pemurnian 74.34%, stasiun penguapan 74.98%, stasiun masakan 74.98%, dan stasiun puteran 74.89%. Kerugian terbesar terjadi pada faktor reduced speed losses.
Copyrights © 2024