Production Line PET 600ml #3 PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan memiliki rasio technical downtime yang besar dibanding line lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah perusahaan mengetahui nilai efektivitas line #3, waktu produktif yang hilang, serta mendapatkan rekomendasi perbaikan yang tepat. Metode OTE merupakan metode yang digunakan untuk mengukur efektivitas suatu subsistem. Dari hasil perhitungan OTE yang dilakukan, line #3 memiliki nilai OTE rata-rata sebesar 85,91%, di mana mesin filler memiliki kecenderungan menjadi faktor bottleneck line #3. Mesin filler juga memiliki time loss rata rata terbesar yaitu 72,54 jam. Mode kegagalan mesin filler yang menjadi faktor kritis adalah nozzle tidak dapat mengisi botol dengan air, outfeed rail tidak dapat memindahkan botol menuju proses EVC, dan botol roboh pada outfeed rail. Rekomendasi perbaikan untuk kegagalan nozzle adalah preventive maintenance dengan MTTF 5185,687 menit dan MTTR 5,37 menit. Sedangkan outfeed rail dengan penambahan guider.
Copyrights © 2024