Perusahan Konstruksi Kapal sedang mengerjakan proyek pembuatan kapal LCT dan mengalami keterlambatan sehingga terjadi penambahan biaya dan waktu. Keterlambatan ini disebabkan oleh berbagai risiko sehingga perlu dilakukan analisis risiko. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode perbandingan berpasangan untuk mengambil keputusan dalam suatu permasalahan. Metode ini dilakukan untuk mengetahui risiko operasional dominan apa yang mempengaruhi terjadinya keterlambatan. AHP dilakukan dengan pembobotan nilai kepentingan dua variabel, yaitu likelihood dan severity. Berdasarkan metode AHP, didapatkan hasil terdapat 9 risiko operasional dominan penyebab terjadinya keterlambatan proyek, yaitu desain tidak tepat, manajemen kurang baik, perubahan desain oleh client, keterbatasan material, desain terlambat, cuaca buruk, kurangnya penggunaan sistem informasi, perubahan jenis dan spesifikasi material, dan pembatasan jam kerja. Rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah pelatihan terhadap pekerja, membuat aturan dan prosedur kontrak yang sistematis terkait batasan desain dan additional work, evaluasi rutin, koordinasi dengan supplier, dan perhitungan alokasi tenaga kerja.
Copyrights © 2025