Konveksi Barokah Tulungagung merupakan UKM konveksi yang memproduksi baju muslim dan kaos sablon dengan total produksi 1000 potong. Beberapa produk mengalami kecacatan akibat produksi bermasalah, pegawai kurang terampil, serta maintenance mesin yang kurang baik. Proses identifikasi risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis(FMEA). Setelah diketahui risiko paling kritis, kemudian dianalisis penyebabnya menggunakan cause-effect diagram kemudian diberikan risk response planning yang sesuai. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kerusakan jarum mesin bordir dan error komputer merupakan risiko paling kritis. Kerusakan jarum disebabkan kelalaian operator dalam mengetahui jenis kain dan jarum serta karyawan yang kurang terampil. Error komputer disebabkan sirkulasi udara yang kurang baik sehingga suhu ruangan tinggi dan berakibat komputer overheat. Risk response planning yang diberikan, antara lain membuat petunjuk yang jelas mengenai jenis jarum dan kain yang diletakkan dekat mesin agar karyawan dapat membacanya, melakukan briefing rutin, serta menambahkan ventilasi udara dan penyejuk ruangan agar sirkulasi udara lebih baik.
Copyrights © 2025