Industri saat ini berkembang sangat cepat, namun banyak sekali perusahaan yang tidak memperhatikan kondisi pekerjaanya saat bekerja. Ketidakpedulian terhadap postur kerja karyawan dapat menyebabkan pekerja cepat lelah dan memengaruhi hasil pekerjaan serta memberikan gangguan kesehatan. Salah satu yang belum menerapkan adanya lingkungan kerja yang ergonomis adalah PT Bangun Kubah Sarana. Berdasarkan hasil kuesioner. Nordic Body Map, menunjukkan bahwa workstation pengelasan memiliki risiko tertinggi dengan nilai 57. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah QEC dan OWAS karena merupakan bentuk penilaian terhadap risiko kerja yang berhubungan dengan gangguan otot. Hasil exposure level metode QEC pekerja pengelasan adalah 54,87% dan perlu dilakukan perbaikan. Perbaikan yang dilakukan adalah usulan rancangan desain meja, pelatihan aspek ergonomis, serta usulan alat pelindung diri berupa APD las.
Copyrights © 2025