Setiap tahun air di Bali mengalami penyusutan, sehingga banyak daerah di Bali mengalami krisis kekurangan air bersih. Di Desa Penuktukan sendiri juga tidak luput dari krisis tersebut. Menurut penelitian dari Bali Water Protection daerah-daerah beberapa tempat di Bali termasuk desa Penuktukan memiliki kandungan klor dan kesadahan yang melebihi SK menteri kesehatan dan air di sana juga mulai terasa payau. Dari permasalahan yang muncul, diperlukan sebuah solusi untuk menyelesaikan kebutuhan air konsumsi. Penelitian ini akan menjelaskan rancangan usaha air minum dalam kemasan yang diproduksi dengan Reverse Osmosis di Desa Penuktukan Bali. Hasilnya kemudian dianalisis menggunakan metode Net Present Value (NPV) untuk melihat apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan atau tidak. Dalam jangka waktu lima tahun dengan suku bunga 9% per tahun didapatkan Annual Benefit (Ab) 8.103 juta, Annual Cost (Ac) 4.774 juta, gradient (g) cost dan benefit =1,01%/tahun dan NPV sebesar 6.184 juta < 0 yang berarti usaha ini layak untuk dilaksanakan.
Copyrights © 2025