Batik Shokagaya yang berlokasi di Kota Malang, Jawa Timur merupakan UMKM yang masih dalam tahap pengembangan dan terus mencari cara untuk terus meningkatkan kualitas yang dapat memuaskan pelanggan. Namun selama proses produksi mengalami adanya permasalahan waste dan kualitas proses produksi menyebabkan diperlukannya analisis lebih lanjut untuk memperbaiki aktivitas yang seharusnya dilakukan dan berdampak terhadap kualitas produk. Sehingga pada penelitian ini dilakukan identifikasi waste serta akar penyebab adanya waste untuk menentukan rekomendasi agar dapat mengurangi dan memperbaiki sistem produksi kain batik khususnya jenis cap dengan menggunakan metode Lean Six Sigma yang mengadopsi konsep DMAIC( Define, Measure, Analyze, Inmprove, Control) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menentukan waste yang memiliki efek atau tingkat kegagalan dengan menghitung RPN (Risk Priority Number) berdasarkan kriteria penilaian severity, occurance, dan detection. Dari hasil perbaikan dengan upaya untuk meminimalkan adanya waste pada produksi Kain Batik Cap Shokagaya dengan peningkatan nilai process cycle efficiency sebesar 14%.
Copyrights © 2025