Kualitas menjadi kunci utama sebuah perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Adanya permasalahan kualitas produk defect yang dihasilkan menyebabkan diperlukannya analisis lebih lanjut pada proses produksi dengan menggunakan metode six sigma. Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan furnitur dengan berfokus pada produk lemari. Tahapan six sigma menggunakan metode DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) dengan fase define menggunakan diagram SIPOC, CTQ Tree, dan metode FMECA. Pada fase measure diperoleh nilai DPMO sebesar 2959 dan sigma level sebesar 4,29. Pada fase analyze dilakukan analisis menggunakan interrelationship diagram dan fishbone diagram. Pada fase improve rekomendasi perbaikan berupa penyusunan quality inspection plan dan menjalankan preventive maintenance untuk ketiga komponen yakni hasil MTBF mengalami peningkatan dari 68,53 hari ke 96,64 hari, 95,5 hari ke 108,25 hari, dan dari 130,4 hari ke 143,99 hari. Sedangkan MTTR mengalami penurunan dari 70,38 menit ke 43,44 menit, 43,74 menit ke 30,30 menit, dan dari 122 124,20 menit ke 85,92 menit.
Copyrights © 2025