Bandar Udara memiliki potensi terjadi kecelakaan kerja baik di udara maupun di darat (ramp). PT Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta belum memiliki identifikasi tingkat kewaspadaaan sehingga perlu diteliti untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Pada penelitian ini, dipilih metode QUASA karena mampu mengukur tingkat kewaspadaan safety inspector secara subjektif dengan true/false probes serta simultaneous self-ratings dengan bantuan kuesioner berdasarkan Indonesian Driver Behaviour Questionnaire dan Petunjuk Teknis Berkendara. Kemudian secara objektif dengan signal detection theory untuk menentukan hit, miss, false alarm, dan correct rejection. Hasil penelitian diketahui nilai actual accuracy sebesar 71,11% dan perceived accuracy sebesar 89,16%, berarti karakteristik overconfident. Sensitivitas sebesar 1,1 artinya responden dapat membedakan antara signal dan noise. Bias sebesar -0,06, berarti responden dapat menghadapi rangsangan yang ambigu. Situation awareness sebesar 65,33%, berarti situation awareness safety inspector berada pada kategori cukup. Hal ini menunjukkan safety inspector masih melakukan tindakan yang kurang sesuai dari peraturan yang ada.
Copyrights © 2025