PG Wonolangan mengalami peningkatan jumlah permintaan gula kristal namun tidak diimbangi adanya suplai dari stok tebu yang merupakan bahan baku. Kekurangan stok tebu ini diakibatkan oleh kurangnya lahan tebu mitra PG. Wonolangan dan adanya persaingan antar perusahaan serta adanya ketidakpastian hasil jumlah panen dari lahan tebu rakyat yang tersedia. Untuk mengatasi permasalah tersebut, PG Wonolangan memiliki 2 skenario. Skenario 1 menerapkan peningkatan intensifikasi tebu dan mengurangi waktu tunggu tebu sebelum diproses giling. Skenario 2 menerapkan penambahan mitra petani tebu (TR) untuk menambah pasokan tebu kepada PG Wonolangan. Skenario 1 mengalami peningkatan rata-rata produksi gula dalam 5 tahun sebesar 20.502,2 ton yang berbeda 2.624,6 ton dari rata-rata existing. Pada skenario 2, terdapat penambahan mitra baru petani tebu (TR) sehingga rata-rata produksi gula sebesar 3.361,6 ton dari 17.877,6 ton menjadi 21.239,2 ton. Kedua skenario tersebut dapat digunakan secara bergantian karena sama-sama meningkatkan angka produksi gula kristal lebih banyak dari kondisi existing.
Copyrights © 2025