Sopir bus AKAP cenderung memiliki beban kerja mental yang tinggi , hal ini dapat disebabkan karena durasi jam kerja yang panjang dan waktu istirahat yang tidak menentu, situasi dan kondisi lalu lintas juga dapat mempengaruhi seperti kondisi kemacetan lalu lintas, dan banyaknya frekuensi perjalanan yang dilakukan oleh sopir bus. Hal-hal tersebut dapat memberi kontribusi yang signifikan terhadap situational awareness sopir sehingga timbul risiko kecelakaan kerja. Pada penelitian ini akan menggunakan metode NASA-TLX, metode QUASA, dan uji statistik. Berdasarkan hasil penelitian sopir bus AKAP PT. Angkasa Trans Jaya memiliki beban kerja mental yang sangat tinggi dengan nilai rata-rata 88 dan tingkat kewaspadaan sebesar 84%. Sopir bus AKAP PT. Angkasa Trans Jaya memiliki karakteristik under-confident. Hasil uji statistik korelasi, didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan situation awareness pada sopir bus AKAP PT. Angkasa Trans Jaya.
Copyrights © 2026