RSUD H. Damanhuri memiliki rencana strategis untuk melakukan pengembangan unit hemodialisis, dikarenakan tindakan dialisis melebihi kapasitas maksimal, dan penerunan performa mesin akibat lewatnya usia, akan tetapi tidak terdapatnya analisisi kelayakan menyeluruh secara finansial dalam pengadaan utuk setiap alternatifnya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya awal, periode waktu untuk pengembalian investasi, beserta alternatif keputusan terbaik yang dapat diambil oleh unit hemodialisis. Tahap analisis menggunakan metode NPV, IRR, PI, dan DPP. Hasil penelitian menunjukan bahwa alternatif KSO single use merupakan alternatif yang terbaik, dimana untuk NPV mendapatkan hasil sebesar Rp. 1.569.483.38,00, untuk IRR memiliki hasil sebesar 3.693,74%, untuk PI sebesar 75,74, dan DPP selama 14 hari.
Copyrights © 2026