Salah satu perusahaan rokok SKT di Malang mengalami masalah dimana perusahaan sering mengalami shortage bahan yang menyebabkan produksi tidak dapat dilakukan sehingga berdampak pada kehilangan penjualan. Salah satu penyebabnya adalah karena kebijakan perusahaan yang tidak menambahkan persediaan pengaman (safety stock) untuk menghadapi fluktuasi permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan persediaan bahan baku rokok agar dapat mengurangi adanya kelebihan dan kekurangan persediaan bahan baku, serta menekan biaya persediaan. Perencanaan persediaan akan dilakukan pada 15 bahan untuk produk JS dan TR. Sistem pengendalian persediaan yang digunakan yaitu MRP (Material Requirement Planning) yang sesuai untuk perencanaan kebutuhan material yang bersifat dependen. Pemilihan model lot sizing pada MRP adalah model dinamis yang didasarkan pada pola permintaan rokok yang fluktuatif. Untuk metode yang diusulkan yaitu FPR (Fixed Period Requirement) dan AWW (Algoritma Wagner Whitin) yang kemudian dibandingkan dengan metode existing. Berdasarkan hasil penelitian, metode AWW menunjukan hasil paling optimal pada semua bahan dengan penghematan sekitar 27% total biaya persediaan.
Copyrights © 2026