Bahaya musculoskeletal disorder dapat disebabkan dari pekerjaan yang dilakukan atau cara yang dilakukan dalam bekerja yang mana dapat meningkatkan risiko terkena MSDs pada seorang pekerja. Salah satu yang belum menerapkan adanya lingkungan kerja yang ergonomis adalah CV. Megah Bangunan. Setelah pekerja tersebut selesai melakukan pekerjaannya, pada jam saat istirahat saya melakukan sedikit interview dan memberikan kuesioner Nordic Body Map untuk mengetahui bagian tubuh yang memiliki risiko bahaya tertinggi. Berdasarkan hasil kedua metode menunjukkan bahwa perlu adanya perubahan, dimana hasil exposue level metode QEC untuk pekerja finishing sebesar 61,21%. Perubahan yang dilakukan adalah usulan rancangan desain meja untuk mengurangi risiko postur kerja yang berbahaya, pelatihan aspek ergonomis untuk memudahkan pekerja dalam adaptasi di lingkungan baru, serta usulan alat pelindung diri berupa APD untuk mengurangi risiko dari proses finishing. Estimasi exposure level metode QEC mengalami penurunan menunjukan exposure level pekerja finishing sebesar 49,8 %. Terdapat penurunan Exposure Level QEC setelah dilakukan perbaikan.
Copyrights © 2026