Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
1044-1064

PEMIKIRAN SOSIAL-KEISLAMAN KH. HASYIM ASY'ARI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KONSEP KETAHANAN BUDAYA PADA MASYARAKAT DIGITAL

Muzaiyana (Unknown)
Hurin Hayati Alin (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2025

Abstract

Transformasi sosial pada era digital telah memberikan perubahan penting terhadap kebiasaan dan corak hidup, nilai budaya, serta pola hubungan sosial masyarakat Muslim Indonesia. Dalam konteks ini, ketahanan budaya menjadi aspek krusial untuk menjaga identitas keislaman dan kearifan lokal dari ancaman disrupsi nilai akibat globalisasi digital. Artikel ini mengkaji pemikiran sosial-keislaman KH. Hasyim Asy’ari, seorang ulama kharismatik pendiri Nahdlatul Ulama, yang memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter keislaman dan keindonesiaan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis literatur, dengan penelusuran nilai-nilai sosial yang terkandung dalam karya-karyanya. Diantaranya kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim, Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah, dan Muqaddimah Qanun Asasi NU. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya adab, ukhuwah, keilmuan, serta tanggung jawab sosial sebagai fondasi moral masyarakat. Nilai-nilai tersebut terbukti relevan untuk membangun ketahanan budaya di era digital, khususnya dalam menghadapi tantangan seperti disinformasi, krisis identitas, dan polarisasi sosial di media digital. Argumentasi artikel ini bahwa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dapat direkontekstualisasi sebagai basis etika digital Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, warisan intelektual beliau tidak hanya penting dalam sejarah, tetapi juga strategis untuk memperkuat identitas budaya Islam di tengah dinamika digital yang semakin kompleks.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

iccl

Publisher

Subject

Description

The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological ...