Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap Rawai Senggol (Bottom Longline) untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan ikan pari Jantan (Maculabatis gerrardi) sebagai hasil tangkapan utama. Data ilmiah terkait dengan komposisi dan laju tangkapan ikan sangat penting dalam mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi komposisi hasil tangkapan dan laju tangkap ikan pari jantan yang tertangkap oleh rawai senggol di perairan Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan, dengan fokus pada aspek konservasi untuk menjaga kelestarian spesies ini. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, dengan 6 kali sampling yang dilakukan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan pari jantan mendominasi komposisi hasil tangkapan dengan total 9197,5 kg (96,54%), diikuti oleh tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 206,6 kg (2,17%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 kg (1,29%). Total hasil tangkapan mencapai 9527,1 kg, dengan laju tangkapan berkisar antara 20,8–32,4 kg/jam. Penelitian ini mengindikasikan bahwa rawai senggol memiliki selektivitas tinggi terhadap ikan pari jantan sebagai tangkapan utama, yang mendukung upaya konservasi dengan mengurangi tangkapan sampingan dan buangan. Laju tangkapan yang relatif tinggi menunjukkan potensi pengelolaan yang berkelanjutan bagi spesies ikan pari di perairan tersebut
Copyrights © 2025