cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
Core Subject :
Jurnal Harpodon Borneo is a national scientific journal dedicated to advancing knowledge and innovation in the fields of Fisheries and Marine Science. The scope of the journal includes, but is not limited to, the following research areas: Ecology, Biodiversity, and Conservation of Aquatic Resources Sustainable Fisheries Resource Management Environmental Quality, Waste Engineering, and Aquatic Pollution Socioeconomics, Policy, and Governance of Fisheries and Marine Affairs Biomolecular Science and Genetics of Fisheries and Marine Resources Aquaculture Engineering and Production Fish Nutrition and Feed Technology Reproductive Biology, Health, and Diseases of Aquatic Organisms Fish Processing Technology and Food Safety Functional Food Diversification and Innovation Fisheries and Marine Biotechnology
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
STUDI PERFORMA FILTER TERHADAP PARAMETER FISIK KIMIA AIR PADA SISTEM RESIRKULASI BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Miska Sanda Lembang; Santria; Tuty Alawiyah; Tri Paus Hasiholan Hutapea
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila mempunyai nilai ekonomis dan gizi tinggi sehingga berkorelasi terhadap permintaan pasar. Proses penyediaan benih dilakukan dengan kegiatan budidaya benih ikan nila. Namun proses kegiatan ini mengalami permasalah utama yaitu kematian benih akibat penurunan kualitas air. Recirculating Aquaculture System (RAS) menjadi solusi alternatif dalam menjaga kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu kinerja optimal filter terhadap parameter fisik kimia air serta kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilakukan di Usaha Perikanan Rakyat (UPR) Progosari Kota Tarakan selama 42 hari. Titik sampling dilakukan pada inlet dan outlet dari rangkaian sistem RAS. Metode Pengukuran menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Parameter fisik antara lain warna dan suhu, sedangkan parameter kimia antara lain pH, DO, amonia, nitrit, dan nitrat. Hasil penelitian menunjukkan parameter kualitas air saling mempengaruhi satu sama lain serta masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila. Titik sampling pada inlet (hasil filterisasi) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pada titik outlet (sebelum filterisasi). Hasil pengamatan waktu kinerja filter terhadap reaksi nitrifikasi diamati dengan melihat nilai konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat. Berdasarkan pengamatan waktu optimum kinerja filter terhadap parameter fisik kimia air ditunjukan pada maksimal hari ke-35. Pengukuran kelangsungan hidup ikan nila selama 42 hari menunjukkan nilai 97,57%.
PENGARUH KEPADATAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN  SPAT TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LOMBOK. elfrida susmita; Priyo Santoso; Suleman
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan spat tiram mutiara (Pinctada maxima) di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok. Metodologi yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini menggunakan Perlakuan A (Kepadatan spat tiram mutiara 10 ekor/poket) Perlakuan B (Kepadatan spat tiram mutiara 12 ekor/poket) Perlakuan C(Kepadatan spat tiram mutiara 14 ekor/poket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kepadatan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik harian. Namun, tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% di seluruh kelompok perlakuan. Kualitas air yang terjaga dalam kisaran optimal, termasuk suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut, mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup spat tiram mutiara P. maxima
ANALISIS PROKSIMAT RUMPUT LAUT KERING KAPPAPHYCUS ALVAREZII DARI PANTAI AMAL, KABUPATEN TARAKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Happy Bunga Nasyirahul Sajidah; Christine Dyta Nugraeni; Reni Tri Cahyani; Dena Pramita Dewi; Nur Aisyah; Hafid; Gifal Fahrul Cholil M; Bella Nabila; Andika Styawan
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geografis Indonesia, dengan keberadaan sumber daya perikanan yang melimpah, menunjukkan banyak kemungkinan yang memerlukan pengelolaan yang baik. Salah satu sumber daya perikanan tersebut adalah rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proksimat rumput laut kering dari spesies Kappaphycus alvarezii yang diambil dari Pantai Amal di Tarakan, Kalimantan Utara. Analisis proksimat dilakukan untuk mengukur kandungan air, karbohidrat, lemak, dan protein dari rumput laut kering sesuai dengan standar AOAC (2005), sehingga hasil yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk penelitian lainnya ataupun untuk industri. Metodologi penelitian ini diawali dengan pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri melalui oven, pengujian karbohidrat dengan metode Clegg-Anthrone, pengujian lemak melalui metode soxhlet, dan pengujian protein dengan metode Kjeldahl. Hasil analisis dari rumput laut kering Kappaphycus alvarezii yang diambil di Pantai Amal Tarakan, Kalimantan Utara, menunjukkan kadar air sebesar 5%, karbohidrat hingga 28,86%, kandungan lemak 22,8%, serta kadar protein mencapai 25,16%. Rendahnya kadar air berkontribusi pada ketahanan yang lebih baik bagi rumput laut kering Kappaphycus alvarezii. Di sisi lain, semakin tinggi kandungan karbohidrat, lemak, dan protein, semakin banyak pula nilai gizi dalam rumput laut kering Kappaphycus alvarezii.
EFEKTIVITAS SUSUNAN FILTER SISTEM RESIRKULASI TERHADAP KUALITAS AIR BUDIDAYA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Miska Sanda Lembang; Christian Tandi Arung; Muh. Rusli
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas ekspor utama. Salah satu kendala dalam budidaya ikan nila adalah penurunan kualitas air signifikan akibat pencemaran dari aktivitas lingkungan dan metabolisme ikan itu sendiri. Untuk meningkatkan kualitas air, salah satu solusi yang diterapkan adalah penggunaan sistem resirkulasi. Sistem resirkulasi memanfaatkan filter yang memiliki peran penting dalam menjaga mutu air. Filter ini terdiri dari tiga jenis, yaitu fisik, kimia, dan biologi, yang disusun pada media filter tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan susunan filter terbaik dalam menjaga kualitas air, baik dari segi parameter fisika maupun kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan susunan filter dari atas ke bawah, yaitu: (P1) sebagai kontrol tanpa filter, (P2) susunan sabut kelapa, koral, spons; (P3) koral, spons, sabut kelapa; dan (P4) spons, sabut kelapa, koral. Parameter kualitas air fisika yang diamati meliputi suhu dan pH, sedangkan parameter kimia meliputi oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada parameter fisika antar perlakuan. Namun, pada parameter kimia, penggunaan sistem resirkulasi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa resirkulasi, dan susunan filter yang berbeda menunjukkan variasi hasil yang signifikan. Perlakuan dengan susunan filter pada P4 memberikan hasil terbaik baik pada parameter fisika maupun kimia.
IDENTIFICATION STUDY OF SAND CUCUMBER (Holothuria scabra) USING DNA BARCODING IN BUAYA ISLAND ALOR AND SERAYA ISLAND LABUAN BAJO Gyan Carlo Valentino Yusuf; Marcelien Dj. Ratoe Oedjoe; Nicodemus Dahoklory
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Holothuria scabra, commonly known as sandfish, is a highly valued sea cucumber species distributed in tropical marine waters, including Indonesia. This study aimed to genetically identify H. scabra populations from Buaya Island (Alor) and Seraya Island (Labuan Bajo) using DNA barcoding of the Cytochrome Oxidase I (COI) gene. The methods included DNA extraction, COI gene amplification via PCR, electrophoresis, sequencing, and phylogenetic analysis. Results showed that all four samples from both locations had 683 bp sequences and 99.12% similarity to the reference H. scabra sequence (NC_027086.1). Phylogenetic analysis grouped all samples into a single clade with a bootstrap value of 100, indicating they belong to the same species. These findings suggest that the H. scabra populations in both locations are genetically monomorphic. This study provides essential scientific data to support sustainable aquaculture and conservation strategies for sandfish in Indonesia
PENGARUH PARAMETER LINGKUNGAN DAN PERLAKUAN PASCAPANEN TERHADAP POTENSI ANTIOKSIDAN CAULERPA RACEMOSA Mutmainnah Mutmainnah; Inayah Yasir; Abdul Haris
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan kondisi lingkungan (laut dan tambak) serta perlakuan pra-konsumsi terhadap aktivitas antioksidan rumput laut C. racemosa. Penelitian dilaksanakan pada 25 Februari sampai dengan 26 Maret 2017. Rumput laut diperoleh dari wilayah perairan laut serta tambak Teluk Laikang, Sulawesi Selatan. Proses sampling mengacu pada metode stratified random sampling dengan melakukan pengklasifikasi area berdasarkan jenis lingkungan, kemudian dari masing-masing lokasi diambil sampel secara acak. Rumput laut sebanyak 100 gr langsung digunakan untuk analisis dan 300 gr direndam pada bak tersirkulasi selama 10 hari dengan rerata salinitas 29 ppt sebagai perlakuan pascapanen sebelum diuji (masing-masing perlakuan sebanyak 3 ulangan). Ekstrak pekat yang telah dievaporasi selanjutnya dibuat dalam 1000 ppm pada pelarut metanol pro analysis sebagai larutan induk, selanjutnya diencerkan menjadi 100, 150, 200, 250, 300, dan 350 ppm sebagai larutan sampel. Pada tabung reaksi sebanyak 4 ml dari masing-masing konsentrasi larutan ditambahkan 1 ml larutan DPPH 0,1 M dalam metanol p.a, kemudian pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 516 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, hasil menunjukkan bahwa ekstrak kasar C. racemosa memiliki aktifitas antioksidan yang rendah dengan nilai IC50>200 ppm. Selain itu perbedaan lingkungan (laut dan tambak) serta perlakuan pra-konsumsi (perendaman) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak C. racemosa sehingga perlakuan pra-konsumsi dapat diterapkan untuk mendukung keamanan pangan.
KOMPOSISI DAN LAJU TANGKAPAN PARI JANTAN (Maculabatis gerrardi) DARI RAWAI SENGGOL DALAM MENDUKUNG KONSERVASI DI KALIMANTAN UTARA muhammad firdaus; M. Gandri Haryono; Gazali Salim; Peni Petrus; Theresia Theresia; Veryl Hasan; Leo Oscar; Abdul Haris
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap Rawai Senggol (Bottom Longline) untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan ikan pari Jantan (Maculabatis gerrardi) sebagai hasil tangkapan utama. Data ilmiah terkait dengan komposisi dan laju tangkapan ikan sangat penting dalam mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi komposisi hasil tangkapan dan laju tangkap ikan pari jantan yang tertangkap oleh rawai senggol di perairan Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan, dengan fokus pada aspek konservasi untuk menjaga kelestarian spesies ini. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, dengan 6 kali sampling yang dilakukan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan pari jantan mendominasi komposisi hasil tangkapan dengan total 9197,5 kg (96,54%), diikuti oleh tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 206,6 kg (2,17%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 kg (1,29%). Total hasil tangkapan mencapai 9527,1 kg, dengan laju tangkapan berkisar antara 20,8–32,4 kg/jam. Penelitian ini mengindikasikan bahwa rawai senggol memiliki selektivitas tinggi terhadap ikan pari jantan sebagai tangkapan utama, yang mendukung upaya konservasi dengan mengurangi tangkapan sampingan dan buangan. Laju tangkapan yang relatif tinggi menunjukkan potensi pengelolaan yang berkelanjutan bagi spesies ikan pari di perairan tersebut
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK MERISTIK IKAN PARI (Maculabatis gerarrdi) DI PERAIRAN KALIMANTAN UTARA muhammad firdaus
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfometrik dan meristik ikan pari (Maculabatis gerrardi) yang ditangkap menggunakan rawai senggol di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif kualitatif dan metode sampling menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak 30 ekor ikan pari jantan dianalisis berdasarkan karakter morfologis dan pengukuran morfometrik-meristik. Parameter morfometrik meliputi panjang total, lebar cakram, panjang ekor, dan ukuran sirip. Sementara itu, karakter meristik diamati berdasarkan jumlah celah insang, keberadaan sirip, bentuk ekor, mata, serta spirakel dan clasper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio morfometrik TL:DW (Total Length:Disc Width) sebesar 1:0,33 dan TL:DL (Disc Length) sebesar 1:0,26. Ketiadaan sirip punggung, keberadaan lima pasang celah insang di bagian ventral, serta bentuk tubuh oval dan ekor seperti cambuk tanpa duri mendukung identifikasi bahwa spesimen termasuk dalam famili Dasyatidae dan genus Maculabatis. Studi ini memberikan data awal yang penting untuk mendukung upaya identifikasi dan pengelolaan sumber daya ikan pari secara berkelanjutan di wilayah pesisir Kalimantan Utara.
GROWTH AND HISTOLOGY OF CATFISH LIVER (Clarias sp) WITH THE ADMINISTRATION OF KATUK LEAVES SIMPLICIA (Sauropus androgynus) Awaludin Awaludin; Siti Jumariah; Rukisah
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catfish (Clarias sp) production has not been stable from year to year. Increasing catfish production has been developed in various ways: adding ingredients rich in natural nutrients, such as katuk leaves. Katuk leaves (Sauropus androgynus) are herbal plants that contain high fatty acids and can increase the metabolism and growth of catfish (Clarias sp). This study aims to determine the effect of adding katuk leaves powder (S. androgynus) as an alternative ingredient in commercial fish feed mixtures on increasing catfish growth (Clarias sp). This study was conducted for 30 days using a completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications, namely P1: (control), P2: (commercial feed and katuk leaves powder 100 grams/kg), P3: (commercial feed and katuk leaves powder 150 grams/kg). Based on the results of the study, it showed that the provision of katuk leaves had a significant effect on growth in length, weight growth, SGR (Specific Growth Rate), and FCR (Feed Conversion Ratio) in catfish. The Number of hepatocyte cells found in histological observations showed that the highest Number of hepatocyte cells were in treatment P3 (225,636), treatment P2 (224,560), and the lowest in P1 (218,756). The best feed to increase growth is P3. Based on the research results on commercial feed mixed with katuk leaves powder (S. androgynus) containing fatty acids, it can increase the growth of catfish (Clarias sp) observed from the growth and morphology of liver cells.
KEANEKARAGAMAN DAN INDEKS NILAI PENTING MANGROVE DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Kiki Teguh Gempur Pro Sutejo; Dori Rachmawani; Amrullah Taqwa
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komunitas tumbuhan yang khas, hidup di wilayah pesisir dan muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut. Tumbuhan ini memiliki sejumlah adaptasi morfologis dan fisiologis yang serupa untuk bertahan di habitat tersebut. Salah satu kawasan yang memiliki ekosistem mangrove dengan kerapatan vegetasi yang kompleks adalah Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis indeks keanekaragaman, indeks nilai penting, serta kondisi faktor lingkungan di KKMB. Metode pengambilan data menggunakan enam petak contoh berukuran 10x10 meter di setiap stasiun pengamatan. Hasil analisis memperlihatkan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') berturut-turut sebesar 1,224769 (Stasiun 1), 1,571846 (Stasiun 2), dan 1,299741 (Stasiun 3). Adapun indeks nilai penting tertinggi pada kategori pohon mencapai 122,14 (Stasiun 1), 88,13 (Stasiun 2), dan 104,52 (Stasiun 3). Berdasarkan nilai-nilai tersebut, keanekaragaman mangrove di ketiga stasiun termasuk dalam kategori sedang, yang mengindikasikan bahwa ekosistem mangrove di KKMB Kota Tarakan berada dalam kondisi stabil.

Page 1 of 3 | Total Record : 23