Perkembangan media digital kini telah mengubah cara pengemasan dan penyajian realitas dari berbagai kehidupan yang berbeda-beda, termasuk di bidang olahraga melalui media audiovisual berbentuk serial dokumenter yang tidak hanya menampilkan pertandingan, tetapi juga membangun narasi tertentu. Drive to Survive Season 7 menghadirkan Formula 1 tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menampilkan berbagai dinamika hubungan dan rivalitas antarpembalap maupun antartim yang dikonstruksi melalui unsur visual maupun verbal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi rivalitas dalam dunia Formula 1 melalui serial dokumenter Drive to Survive Season 7 dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap adegan yang merepresentasikan rivalitas, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi rivalitas dibangun melalui ekspresi tokoh, dialog, gestur, teknik pengambilan gambar, serta penyuntingan adegan yang membentuk persepsi audiens terhadap hubungan kompetitif antarpembalap ataupun antartim. Rivalitas tidak hanya dimaknai sebagai persaingan, tetapi juga dikonstruksikan sebagai hubungan emosional dan elemen penting yang membangun daya tarik Formula 1 di media digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa media memiliki peran dalam membentuk makna dan persepsi audiens terhadap olahraga
Copyrights © 2026