Formasi calon imam membutuhkan integrasi dimensi manusiawi, spiritual, intelektual, dan pastoral agar identitas panggilan tidak berhenti pada pemahaman konseptual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas, identitas panggilan imamat, dan kesiapan pastoral para calon rohaniwan dalam menghadapi sekularisasi, budaya digital, individualisme, serta kebutuhan umat yang semakin kompleks. Program dilaksanakan melalui Seminar dan Pelatihan Teologi-Spiritualitas pada 5-9 Agustus 2025 di Catholic Center-Pusat Pembinaan Umat Karangsari, Pematangsiantar, dengan tema “Berteguh dalam Panggilan, Bersuka Cita dalam Pelayanan”. Kegiatan diikuti 31 calon rohaniwan dari Medan, Sibolga, Padang, Palembang, Tanjung Karang, dan Pangkalpinang. Metode kegiatan meliputi ceramah teologi pastoral, lectio divina, refleksi panggilan, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi pelayanan, dan sharing pengalaman. Hasil deskriptif menunjukkan penguatan pemahaman peserta mengenai imamat sebagai identitas relasional dengan Kristus, pentingnya persaudaraan, kesiapan melayani, penggunaan media digital secara bertanggung jawab, serta kebutuhan discernment dalam menanggapi persoalan umat. Dokumentasi berupa surat tugas, daftar hadir, berita acara, dan foto pelaksanaan memperkuat validitas kegiatan. Program ini menegaskan bahwa pembekalan kontekstual dan partisipatif dapat menghubungkan spiritualitas imamat dengan kompetensi pastoral yang relevan
Copyrights © 2025