cover
Contact Name
Tonni Limbong
Contact Email
tonni.budidarma@gmail.com
Phone
+6281267058001
Journal Mail Official
tonni.budidarma@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pinus Raya 2, No. 42, Perumnas Simalingkar , Medan, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Citra Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27989305     DOI : https://doi.org/10.54367/
Core Subject :
Citra Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang menerbitkan artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi. Jurnal ini menjadi wadah diseminasi hasil pemberdayaan, pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi, pengembangan kapasitas masyarakat, penguatan UMKM, pendidikan dan literasi, pengembangan desa, pelestarian budaya, lingkungan, serta berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Jurnal menerima artikel yang menyajikan permasalahan mitra, tujuan kegiatan, metode pelaksanaan, partisipasi mitra, hasil dan perubahan yang dicapai, evaluasi, serta keberlanjutan program. Jurnal mengutamakan artikel yang menunjukkan kebaruan pendekatan, relevansi permasalahan, keterukuran hasil, keterlibatan aktif mitra, dan dampak kegiatan terhadap peningkatan kapasitas serta kemandirian masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Pemotivasian Kapusin Muda untuk Studi Filsafat dan Teologi Melalui Pembinaan Edukatif-Reflektif Laurentius Tinambunan
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/4219w456

Abstract

Studi filsafat dan teologi merupakan bagian penting dari formasi calon imam karena membentuk kemampuan berpikir kritis, kedalaman iman, disiplin intelektual, dan kesiapan pastoral. Dalam proses formasi, sebagian Kapusin muda menghadapi ketakutan terhadap bacaan ilmiah, rendahnya daya juang, kesulitan mengatur waktu, dan konsep diri akademik yang lemah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memotivasi para post-novis Kapusin agar memahami studi sebagai bagian dari panggilan dan pelayanan. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Maret 2025 di Biara Kapusin Santo Feliks, Mela, Tapanuli Tengah, dengan Dr. Laurentius Tinambunan sebagai narasumber dan diikuti 15 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi reflektif, sharing pengalaman, pengenalan strategi membaca teks ilmiah, penyusunan jadwal belajar, dan komitmen personal. Hasil deskriptif menunjukkan perubahan persepsi peserta dari studi sebagai beban menuju studi sebagai sarana pembentukan diri dan pelayanan. Peserta mampu mengidentifikasi hambatan belajar, memahami strategi membaca bertahap, serta merumuskan langkah penguatan disiplin akademik dan spiritual. Surat tugas, daftar hadir, berita acara, dan sertifikat memperkuat validitas pelaksanaan. Program ini menunjukkan bahwa motivasi belajar calon imam menjadi lebih kuat ketika studi diintegrasikan dengan identitas panggilan, pendampingan, kebiasaan reflektif, dan tujuan pastoral
Pendampingan Karakter Anak Menghadapi Tantangan Teknologi Bagi Siswa SMP Negeri 1 Barus Mora Ujuan Malau; Safriatno Sianturi
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/teknk555

Abstract

. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara peserta didik belajar, berkomunikasi, memperoleh informasi, dan mengembangkan diri. Pada jenjang sekolah menengah pertama, peluang tersebut berjalan bersamaan dengan tantangan berupa penggunaan perangkat yang tidak terarah, paparan informasi yang keliru atau tidak sesuai usia, tekanan sosial di ruang digital, serta kesulitan mengelola waktu dan perilaku. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mendampingi peserta didik SMP Negeri 1 Barus agar mampu menggunakan teknologi secara kritis, etis, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan tematik, diskusi interaktif, refleksi personal, studi kasus, diskusi kelompok, dan penyusunan komitmen personal. Peserta kegiatan siswa/i SMP Negeri 1 Barus . Materi mencakup karakter dan pengendalian diri, etika digital, pengelolaan waktu, literasi media dan informasi, keamanan serta tanggung jawab dalam komunikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan dialogis dan reflektif memberi ruang kepada peserta untuk mengenali manfaat dan risiko teknologi, menilai kebiasaan penggunaan perangkat digital, dan merumuskan langkah perbaikan yang realistis. Pendampingan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan keluarga sehingga kecakapan digital tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi berkembang menjadi kebiasaan menggunakan teknologi yang selaras dengan tanggung jawab, penghargaan terhadap sesama, disiplin, dan pengembangan diri
Penguatan Jati Diri dan Spiritualitas Imam Melalui Pembekalan Direktorium Pelayanan bagi Calon Imam Kapusin Sihol Situmorang
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/00571n45

Abstract

Identitas imam merupakan kesatuan antara relasi dengan Kristus, kedewasaan manusiawi, spiritualitas, persaudaraan, dan kesiapan melayani umat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat jati diri calon imam Kapusin melalui pembekalan Direktorium untuk Pelayanan dan Hidup Para Imam. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk weekend pembinaan pada 31 Oktober-2 November 2025 di Paroki Santo Yosef Balige dengan Sihol Situmorang, Lic. S.Th. sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh 11 calon imam Kapusin. Metode yang digunakan meliputi pemaparan tematik, refleksi Kitab Suci, sharing pengalaman, diskusi kasus, pemeriksaan motivasi panggilan, dan penyusunan komitmen pelayanan. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa peserta memperoleh kerangka yang lebih utuh untuk memahami imamat sebagai identitas hidup, bukan sekadar fungsi; menghubungkan doa dengan pelayanan; mengembangkan kedekatan dengan umat; serta menilai tantangan digital dan pastoral secara bijaksana. Surat tugas, daftar hadir, dan berita acara menguatkan validitas pelaksanaan. Program ini menegaskan bahwa pembinaan singkat yang reflektif dan kontekstual dapat mendukung formasi calon imam apabila ditindaklanjuti oleh pendampingan komunitas
Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai Sumber Literasi Hukum bagi Kalangan Umum Riswan Limbong; Muhammad Iqbal Panjaitan
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/8m1rxz59

Abstract

Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan perubahan dalam cara masyarakat memperoleh, mengolah, dan memahami informasi, termasuk informasi yang berkaitan dengan hukum. Masyarakat umum semakin mudah menggunakan berbagai aplikasi berbasis AI untuk memperoleh penjelasan mengenai peraturan perundang-undangan, hak dan kewajiban warga negara, permasalahan hukum sederhana, serta prosedur administratif. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan persoalan karena informasi yang dihasilkan AI tidak selalu akurat, mutakhir, atau sesuai dengan konteks hukum yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan AI sebagai sumber awal literasi hukum secara kritis, bertanggung jawab, dan etis. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, demonstratif, kontekstual, dan reflektif melalui tahapan pengenalan AI, pengenalan konsep literasi hukum, demonstrasi pencarian informasi hukum menggunakan AI, praktik penyusunan pertanyaan atau prompt, verifikasi informasi melalui sumber hukum resmi, diskusi kasus sederhana, refleksi, dan evaluasi. Materi kegiatan menekankan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memahami istilah dan konsep hukum, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya sumber untuk menentukan kebenaran atau mengambil keputusan hukum. Hal ini penting karena penelitian menunjukkan bahwa model bahasa besar dapat menghasilkan informasi hukum yang keliru atau bahkan menciptakan rujukan hukum yang tidak ada. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi hukum digital masyarakat sekaligus membangun sikap kritis dalam menggunakan AI sehingga masyarakat mampu membedakan antara informasi hukum awal, sumber hukum resmi, dan nasihat hukum profesional
Ekstrakurikuler Tortor Sawan sebagai Bentuk Pelestarian Budaya Batak Toba dan Penguatan Kearifan Lokal bagi Siswa Sekolah Dasar Risnawati Malau
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/yycty084

Abstract

Keberadaan budaya lokal di tengah perkembangan globalisasi dan perubahan pola kehidupan generasi muda menghadirkan tantangan bagi keberlanjutan kesenian tradisional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui lingkungan pendidikan adalah mengintegrasikan kesenian tradisional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sehingga peserta didik tidak hanya mengenal budaya secara teoritis, tetapi juga mengalami proses pembelajaran budaya melalui praktik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan dan mengembangkan Tortor Sawan sebagai bagian dari budaya Batak Toba sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian budaya dan kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, demonstratif, reflektif, dan kontekstual melalui tahapan pengenalan budaya, pengenalan gerak, demonstrasi, latihan terbimbing, praktik kelompok, refleksi, dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tari di SD Santo Ignatius Medan Johor. Kegiatan diarahkan tidak hanya pada penguasaan gerak tari, tetapi juga pada pengenalan makna budaya, kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, penghargaan terhadap warisan leluhur, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang pendidikan budaya yang kontekstual karena peserta didik belajar melalui pengalaman langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi budaya siswa dan membangun keberlanjutan pelestarian budaya Batak Toba melalui lingkungan sekolah
Model Pendampingan Pastoral Berbasis Sinodalitas untuk Meningkatkan Partisipasi Umat dan Pemulihan Harapan Komunitas Gerejani di Wilayah Kepulauan Bangka-Belitung Antonius Moa; Radellegan Marinus F. Ginting
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/tzgvmf41

Abstract

Sinodalitas menempatkan Gereja sebagai persekutuan umat Allah yang berjalan bersama dalam komunio, partisipasi, dan misi. Dalam konteks pelayanan imam di wilayah kepulauan, tantangan jarak, komunikasi, klerikalisme, keterbatasan partisipasi umat, dan melemahnya harapan komunitas membutuhkan model pendampingan pastoral yang dialogis dan kontekstual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas sinodal para imam Kevikepan Bangka-Belitung serta meningkatkan kesiapan mereka membangun partisipasi umat dan memulihkan harapan komunitas gerejani. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk rekoleksi pada 11 Maret 2025 di Rumah Pembinaan Puri Sadhana, Bangka Tengah, dengan 34 peserta. Metode yang digunakan meliputi refleksi teologis, sharing pengalaman pastoral, dialog persaudaraan, latihan mendengarkan, perumusan komitmen, dan evaluasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan penguatan pemahaman tentang sinodalitas sebagai cara hidup Gereja, meningkatnya kesadaran akan pentingnya persaudaraan imam, kepemimpinan partisipatif, keterampilan mendengarkan, dan konsistensi tindak lanjut pastoral. Kegiatan juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat forum dialog, mengoptimalkan komunitas basis gerejawi, serta menghadirkan pelayanan yang lebih peka kepada kelompok yang tertinggal. Dokumentasi administrasi dan sertifikat narasumber memperkuat validitas pelaksanaan kegiatan. Program ini menunjukkan bahwa rekoleksi yang mengintegrasikan doa, refleksi, dan dialog dapat menjadi model praktis untuk membangun budaya sinodal dan spiritualitas pengharapan dalam Gereja lokal
Penguatan Spiritualitas dan Identitas Panggilan Imamat melalui Pembekalan Teologi Pastoral bagi Calon Rohaniwan Higianes Indro Pandego
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/5n7cv248

Abstract

Formasi calon imam membutuhkan integrasi dimensi manusiawi, spiritual, intelektual, dan pastoral agar identitas panggilan tidak berhenti pada pemahaman konseptual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas, identitas panggilan imamat, dan kesiapan pastoral para calon rohaniwan dalam menghadapi sekularisasi, budaya digital, individualisme, serta kebutuhan umat yang semakin kompleks. Program dilaksanakan melalui Seminar dan Pelatihan Teologi-Spiritualitas pada 5-9 Agustus 2025 di Catholic Center-Pusat Pembinaan Umat Karangsari, Pematangsiantar, dengan tema “Berteguh dalam Panggilan, Bersuka Cita dalam Pelayanan”. Kegiatan diikuti 31 calon rohaniwan dari Medan, Sibolga, Padang, Palembang, Tanjung Karang, dan Pangkalpinang. Metode kegiatan meliputi ceramah teologi pastoral, lectio divina, refleksi panggilan, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi pelayanan, dan sharing pengalaman. Hasil deskriptif menunjukkan penguatan pemahaman peserta mengenai imamat sebagai identitas relasional dengan Kristus, pentingnya persaudaraan, kesiapan melayani, penggunaan media digital secara bertanggung jawab, serta kebutuhan discernment dalam menanggapi persoalan umat. Dokumentasi berupa surat tugas, daftar hadir, berita acara, dan foto pelaksanaan memperkuat validitas kegiatan. Program ini menegaskan bahwa pembekalan kontekstual dan partisipatif dapat menghubungkan spiritualitas imamat dengan kompetensi pastoral yang relevan
Penguatan Kesadaran Iman dan Implementasi Hukum Gereja dalam Perlindungan Anak dan Orang Dewasa Rentan di Lingkungan Paroki Asrot Purba
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/1m9xe687

Abstract

Perlindungan anak dan orang dewasa rentan merupakan bagian integral dari pewartaan Injil, penghormatan martabat manusia, dan tanggung jawab pastoral Gereja. Namun, keterbatasan pemahaman umat mengenai safeguarding, Hukum Gereja, risiko digital, serta prosedur pelaporan dapat menghambat pembentukan lingkungan paroki yang aman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran iman, pengetahuan Hukum Gereja, kemampuan mengenali risiko, serta keterampilan merespons dan melaporkan dugaan pelanggaran secara aman. Program menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui pemetaan kebutuhan, seminar, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi respons awal, literasi digital, dan pembentukan kader safeguarding. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi, rubrik simulasi, refleksi kelompok, serta monitoring tindak lanjut. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 48,8 menjadi 85,6 pada aspek kesadaran iman, pemahaman safeguarding, Hukum Gereja, prosedur pelaporan, dan literasi digital aman. Capaian kualitatif tampak pada meningkatnya kemampuan peserta membedakan respons pastoral dari penyelidikan, memahami kewajiban pelaporan, menjaga kerahasiaan secara proporsional, dan mengutamakan keselamatan korban. Program menunjukkan bahwa budaya perlindungan memerlukan integrasi iman, norma, prosedur, keterampilan, dan kepemimpinan paroki. Keberlanjutan diarahkan melalui kode perilaku, mekanisme pelaporan, kaderisasi, edukasi berkala, dan koordinasi dengan otoritas Gereja serta sipil
Implementasi Nilai Inkarnasi dalam Perayaan Natal Sebagai Basis Penguatan Persaudaraan Ekumenis dan Kehidupan Pancasila di Masyarakat Multikultural Yohanes Anjar Donobakti
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/r1d5e227

Abstract

Misteri inkarnasi menegaskan bahwa Allah memasuki sejarah manusia dan menghadirkan keselamatan melalui kedekatan, kasih, serta perdamaian. Nilai tersebut relevan bagi masyarakat multikultural yang membutuhkan ruang perjumpaan lintas denominasi, suku, dan ras. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengaktualisasikan nilai inkarnasi melalui Perayaan Natal Oikumene Badan Kerjasama Gereja-Gereja Dumai (BKGD) 2024 sebagai sarana penguatan persaudaraan ekumenis dan kehidupan Pancasila. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Desember 2024 di Gedung Sintani, Kota Dumai, dengan Dr. Yohanes Anjar Donobakti sebagai narasumber sekaligus pengkhotbah. Metode kegiatan meliputi koordinasi lintas gereja, liturgi bersama, renungan Natal, partisipasi pelayanan dari berbagai denominasi, penyalaan lilin, doa bersama, serta perjumpaan sosial. Analisis hasil dilakukan berdasarkan laporan akhir, surat tugas, tata tertib ibadah, dokumentasi kegiatan, dan berita acara. Hasil menunjukkan bahwa perayaan menjadi ruang nyata keterlibatan lintas gereja dan unsur masyarakat, memperkuat pesan damai, kesetaraan, serta persaudaraan tanpa diskriminasi. Dokumentasi memperlihatkan keterlibatan rohaniwan, pelayan gereja, umat, dan unsur publik dalam satu rangkaian ibadah. Program menghasilkan penguatan komunikasi ekumenis, kesadaran kebangsaan, dan komitmen untuk menghadirkan damai Kristus dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. Kegiatan ini menegaskan bahwa perayaan Natal dapat dikembangkan dari seremoni keagamaan menjadi praktik pastoral transformatif yang menghubungkan iman, ekumenisme, dan nilai Pancasila
Pendampingan Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Anggota Jemaat GBKP (SIAJ-GBKP) pada Klasis Munthe dalam Proses Perekaman Data Jemaat Gereja GBKP Alex Rikki; Reynaldo Siahaan
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/msgjg933

Abstract

Dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui Sistem Informasi Anggota Jemaat (SIAJ) dalam pelayanan administrasi gereja, dapat meningkatkan efektifitas pelayanan serta mendukung proses administrasi data jemaat secara efektif dan efisien. Kurangnya pemahaman tentang pemanfaatan pengembangan software sistem informasi aplikasi komputer membuat pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pendataan anggota jemaat gereja menjadi kurang efektif. Pengabdian Kepada Masyarakat di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klassis Munthe adalah untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam pengimputan dan pendataan jemaat pada sistem informasi data jemaat.

Page 1 of 4 | Total Record : 32