Dimensi manusiawi merupakan fondasi bagi perkembangan spiritual, intelektual, dan pastoral calon imam. Pada tahap Tingkat II menuju Tingkat III, seminaris menghadapi tuntutan peningkatan kesadaran diri, kestabilan emosi, kemampuan komunikasi, relasi komunitas, dan kesiapan melayani. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pembinaan dimensi manusiawi bagi calon imam Tingkat II di Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar. Program menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif melalui self-assessment, pelatihan pengelolaan emosi, dinamika kelompok, latihan komunikasi, studi kasus pastoral, jurnal refleksi, sharing, dan pendampingan formator. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi, rubrik simulasi, jurnal harian, serta monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 52,8 menjadi 86,6 pada aspek kesadaran diri, pengelolaan emosi, komunikasi interpersonal, relasi komunitas, dan kesiapan pastoral. Capaian kualitatif tampak pada meningkatnya kemampuan peserta mengenali emosi, menerima koreksi, mengungkapkan pendapat secara asertif, serta merumuskan respons pastoral yang lebih empatik. Program menunjukkan bahwa pembinaan manusiawi menjadi lebih efektif ketika menggabungkan pengetahuan, pengalaman, refleksi, umpan balik, dan pendampingan berkelanjutan. Keberlanjutan diarahkan melalui jurnal evaluasi diri, pertemuan kelompok, percakapan formasi, dan integrasi modul dalam pembinaan rutin.
Copyrights © 2024