Pengukuran batimatri merupakan kegiatan untuk mendapatkan data kedalaman dasar laut atau daerah perairan. Hasil dari pengukuran batimetri kemudian dapat digunakan untuk menentukan muka air laut surut terendah atau Low Water Spring (LWS). Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data primer kedalaman dasar laut yang akan digunakanan untuk menentukan LWS. Dalam ketentuan keselamatan pelayaran, kedalaman LWS ke dasar laut menjadi acuan untuk menentukan bobot kapat/barge yang akan bersandar di Dermaga. Peralatan utama yang digunakan untuk menentukan kedalaman dasar laut pada kegiatan ini adalah unting-unting yang disertai dengan pita meteran. Pengukuran dilakukan dari atas perahu sehingga pengukuran aktual permukaan air laut ke dasar laut dapat diperoleh. Pengukuran juga dilakukan dengan pencatatan waktu pengambilan data untuk dapat menentukan data pasang surut air laut. Dari hasil pengukuran yang dilakukan pada 12 titik yang ditinjau diperoleh LWS rata-rata tertinggi untuk titik A s/d J yang berada di depan dermaga posisi sandar kapal/barge, adalah 5,05 m sedangkan yang terendah adalah 4,18 m. Untuk titik K dan L yang berada sekitar 20 – 30 meter di depan dermaga, nilai LWS rata-rata masing-masing adalah 4,95 m dan 5,97 m
Copyrights © 2024