Kualitas udara di dalam ruangan merupakan faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia. Ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik dapat menyebabkan penumpukan berbagai gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), amonia (NH₃), dan zat pencemar lainnya yang dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan NodeMCU ESP8266 dan sensor gas MQ-135. Sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi kadar gas pencemar di udara, mengirimkan data secara real-time ke platform Thingspeak, serta menampilkan informasi dalam bentuk grafik dan indikator LED agar mudah dipahami pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengujian pada tiga kondisi ruangan berbeda, yaitu ruang terbuka, ruang tertutup tanpa ventilasi, dan ruang tertutup yang terpapar asap pembakaran.Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi gas pada ruang terbuka berada pada angka 110 ppm dengan kategori aman. Pada ruang tertutup tanpa ventilasi, konsentrasi gas meningkat menjadi 240 ppm dengan status waspada. Sementara itu, pada ruangan tertutup yang mengandung asap pembakaran, kadar gas mencapai 390 ppm dan termasuk kategori berbahaya. Sistem juga berhasil mengirimkan data ke platform Thingspeak dengan waktu respons kurang dari 5 detik sehingga pemantauan dapat dilakukan secara cepat dan interaktif.Penelitian ini menghasilkan solusi pemantauan kualitas udara yang praktis, murah, dan mudah digunakan. Sistem ini berpotensi diterapkan di rumah, sekolah, maupun fasilitas umum sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pengawasan terhadap polusi udara di dalam ruangan.
Copyrights © 2026