Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui efektivitas media interpretasi non-personal dalam memberikan pengalaman dan pemahaman kepada pengunjung Museum Karaeng Pattingaloang , dan (2) untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pemanfaatan media interpretasi non-personal di Museum Karaeng Pattingaloang penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus kajian diarahkan pada tiga dimensi pengalaman pengunjung, yaitu dimensi kognitif, afektif, serta reflektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interpretasi non-personal, seperti vitrin, panel informasi, brosur, lukisan, dan QR Code, berperan penting sebagai sarana penyampai informasi sejarah, namun efektivitasnya belum optimal. Pada dimensi kognitif, informasi yang disajikan masih bersifat deskriptif dan minim konteks sehingga belum mampu membangun pemahaman historis secara kritis. Pada dimensi afektif, tampilan visual yang kaku serta minimnya elemen interaktif tidak mampu membangkitkan emosi dan rasa ingin tahu pengunjung. Sedangkan pada dimensi reflektif, museum belum menyediakan ruang atau media yang mendorong pengunjung untuk memikirkan nilai sejarah. (2) Faktor-faktor penghambat yang teridentifikasi meliputi keterbatasan desain visual, kurangnya pendekatan naratif, terbatasnya teknologi partisipatif, serta minimnya ruang reflektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media interpretasi non-personal di Museum Karaeng Pattingaloang belum sepenuhnya efektif dalam memberikan pengalaman edukatif yang menyeluruh dan bermakna.
Copyrights © 2025